12 September 2017 17:54 WITA

Soal Aset, Kepala BPKA Makassar Beri Keterangan ke Kejati Sulsel

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Soal Aset, Kepala BPKA Makassar Beri Keterangan ke Kejati Sulsel
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, Erwin Hayya.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar Erwin Hayya, dipanggil  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (12/9/2017).

Pemanggilan dilakukan terkait pemeriksaan aset Kota Makassar, berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial, yang disinyalir masih dikuasai oleh pihak swasta dan tercatat di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

"Proses pemeriksaan ini keterkaitannya dengan fasum fasos. Sifatnya baru penyampaian data, sejauh mana peran saya dalam fasum fasos sesuai fungsi dan tugas saya sebagai Kepala BPKA," kata Erwin pada Rakyatku.com saat ditemui di Kantor Inspektorat Sulsel, Jalan AP Pettarani, Selasa (12/9/2017).

Berhubung pemeriksaan tersebut hanya bersifat klarifikasi. Sehingga Erwin mengaku hanya laporan aset berdasarkan data yang tercatat dalam pemerintahan daerah. Data yang dimaksud, yaitu menyakut aset tanah milik Pemkot Makassar senilai Rp21 triliun.

"Yang saya sampaikan hanya aset yang tercatat sesuai dengan tugas saya. Sementara yang belum tercatatkan bukan tugas saya untuk menyampaikan. Tapi Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos," ujarnya.

Diketahui, Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos Kota Makassar mencatat, masih ada sekira 454 aset berupa fasum fasos milik Pemkot Makassar, yang dikuasai swasta, terutama oleh pihak pengembang.