Sabtu, 09 September 2017 12:51 WITA

Arab Saudi Tangguhkan Rencana Dialog dengan Qatar

Editor: Suriawati
Arab Saudi Tangguhkan Rencana Dialog dengan Qatar
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (2 dari kiri)

RAKYATKU.COM - Arab Saudi telah membatalkan rencana dialog dengan Qatar, karena menuduh negara itu mendistorsi fakta-fakta.

Berita ini muncul, hanya beberapa saat setelah kedua pemimpin negara tersebut berbicara melalui saluran telepon, dan menawarkan harapan akan sebuah terobosan dalam krisis Teluk selama tiga bulan.

BACA JUGA: Trump Bahas Pentingnya Persatuan dengan Pemimpin Saudi, UEA dan Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, berbicara dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk menyatakan minatnya dalam dialog.

"Selama panggilan tersebut, Emir Qatar menyatakan keinginannya untuk duduk di meja dialog dan membahas tuntutan keempat negara untuk memastikan kepentingan semua orang," tulis Kantor Berita Saudi (SPA).

Menurut SPA putra mahkota "menyambut baik keinginan itu," dan bahwa media itu akan menambahkan rincian setelah Arab Saudi mencapai kesepakatan dengan UEA dan Bahrain dan Mesir.

Arab Saudi Tangguhkan Rencana Dialog dengan QatarPangeran Mohammed bin Salman

Loading...

Namun prospek perdamaian dengan cepat menjadi keruh, setelah SPA menuduh media negara Qatar salah menyiratkan berita itu.

Kantor berita negara Qatar, QNA mengatakan bahwa telepon tersebut berdasarkan pada koordinasi Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya telah berbicara dengan Sheikh Tamim.

"Apa yang diterbitkan oleh Qatar News Agency adalah kelanjutan dari pembuktian fakta otoritas Qatar," kata SPA, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di kementerian urusan luar negeri. Media itu menambahkan bahwa setiap dialog telah ditangguhkan.

"Kerajaan Arab Saudi mengumumkan penghentian setiap dialog atau komunikasi dengan otoritas di Qatar sampai sebuah pernyataan yang jelas dikeluarkan untuk menjelaskan posisinya di depan umum," tulis SPA.

Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar pada tanggal 5 Juni, karena menuduhnya mendukung terorisme. Namun tuduhan itu dibantah keras oleh Qatar.

Tags
Loading...
Loading...