Rabu, 25 Mei 2016 20:09 WITA

Ini Penyebab Serapan Triwulan Pertama Pemprov Sulsel Minim

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Adil Patawai Anar
Ini Penyebab Serapan Triwulan Pertama Pemprov Sulsel Minim

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyerapan APBD minim pada triwulan pertama, sepertinya menjadi permasalahan rutin bagi pemerintahan daerah. Termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada 2015 lalu, dari total APBD Provinsi Sulsel Rp6,85 triliun, serapan triwulan pertama hanya mencapai 6,85 persen. Tak berbeda jauh, tahun 2016 ini dari total APBD Rp6,9 triliun, penyerapan pada triwulan pertama baru sebesar 17,27 persen atau sebesar Rp969 milyar.

Melihat hal tersebut, Pengamat Ekonomi Unhas, Hamid Padu mengungkapkan, bahwa hal tersebut diakibatkan oleh mekanisme lelang yang cukup menyita waktu.

"Realisasi untuk belanja langsung, biasanya diawali dengan lelang. Nah, ini biasa lambat di mekanisme lelangnya," ujar Hamid Padu, (25/5/2016).

Ia menjelaskan, APBD provinsi baru masuk perencanaan pada Januari. Sedangkan lelang biasanya dari bulan Februari hingga Maret. Sehingga pemenang lelang baru diketahui pada April. Maka dari itu, wajar saja jika pada triwulan pertama penyerapan APBD sangat minim.

loading...

"Jadi realisasi di triwulan pertama itu belum cukup besar. Karena memang, kontraktor baru jalan pada April-Mei," ungkapnya.

Namun begitu, ia menambahkan, masuk pada triwulan kedua, penyerapan anggaran akan lebih cepat dan seterusnya meningkat pada triwulan selanjutnya.

Tetapi kondisi ini berbanding terbalik dengan penyerapan anggaran di Pemerintah Pusat. Hal ini, lanjut Hamid, dikarenakan pada pemerintah pusat ada kebijakan terkait pra lelang pada Desember tahun sebelumnya.

"Kalau pusat memang triwulan pertama penyerapan nya tinggi. Karena bisa melakukan pra lelang pada November-Desember. Sehingga Januari-Februari proyek sudah jalan," paparnya.

Loading...
Loading...