Rabu, 30 Agustus 2017 17:10 WITA

Sikap Apdesi Sidrap Soal Kasus Penombakan Kepala Desa

Editor: Almaliki
Sikap Apdesi Sidrap Soal Kasus Penombakan Kepala Desa

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sidrap, Ukkas Sulaeman menilai kasus penganiayaan yang menimpa Kepala Desa Talawe, Kecamatan Watangsidenreng, Mas'ud Saad oleh salah seorang warga, harus ditelaah dengan baik sebelum memutuskan untuk menentukan sikap secara kelembagaan.

"Kalau (kasus penganiayaan itu) ada hubungannya dengan urusan kedinasan terkait statusnya sebagai kepala desa, maka pihak Apdesi bisa terlibat di dalamnya secara kelembagaan. Tapi kalau ini masalah pribadi atau tidak ada kaitannya dengan urusan pemerintahan, kami tidak bisa terlibat lebih jauh," ujar Ukkas di Rumah Kopi Sweetness, Jalan Jenderal Sudirman Pangkajene Sidrap, Rabu (30-8-2017).

Menurutnya tugas utama Apdesi sebagai organisasi adalah memfasilitasi hubungan kedinasan dan pemerintahan di tingkat desa.

"Kami belum tahu motif penganiayaan itu, sehingga perlu pendalaman secara jelas sebelum kami melibatkan diri di dalam persoalan itu secara organisasi," terang Kepala Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae ini kepada Rakyatku.com.

Sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya, Kepala Desa Talawe, Mas'ud Saad dianiaya seorang warga bernama Laccae (34) menggunakan tombak, sehingga korban mengalami luka di tubuhnya dan dilarikan ke Puskesmas untuk dirawat pada Minggu malam lalu.

Baca sebelumnya: Pemuda di Sidrap Menombak Kepala Desa

Peristiwa penombakan oknum kepala desa ini terjadi di Kampung Bulukunyi Desa Talawe Kecamatan Watangsidenreng, Sidrap, saat korban sedang bercengkerama dengan warga masyarakat di desanya.

Gara-gara tidak terima ditegur, Laccae (34), warga Desa Bulo, Kecamatan Pancarijang, Sidrap, nekat menganiaya Kepala Desa Talawe, Mas'ud Saade (44) menggunakan tombak sebanyak dua kali.

Awalnya peristiwa ini terjadi saat korban mengantar pelaku menggunakan mobil pribadi kembali ke rumahnya di Desa Bulo sekira lima kilometer dari Desa Talawe, Kecamatan Watangsidenreng, Sidrap, tempat tinggal korban sekaligus menjabat sebagai kepala desa (kades).

Di tengah perjalanan, korban dan pelaku terlibat cekcok mulut karena pelaku Laccae merasa tersinggung dengan kata-kata teguran yang dilontarkan Mas'ud. 

"Pelaku kemudian minta diturunkan di tengah jalan karena marah dan merasa tidak enak ditegur oleh korban dengan kata-kata yang tidak disenanginya," ujar Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Maritengngae, Iptu Rosnawati sesaat setelah kejadian berlangsung.

Selang beberapa waktu kemudian, Laccae menelepon Mas'ud dan mempersoalkan teguran yang disampaikan kepala desa tersebut terhadap dirinya tadi. "Korban mengaku sudah diancam pelaku saat ditelepon waktu itu," papar Rosnawati.

Ancaman pelaku Laccae terhadap korban Mas'ud ternyata bukan sekadar gertak sambal saja. Tidak lama kemudian, pelaku bersama salah seorang rekannya bernama Aci (35), mendatangi korban di Kampung Bulukunyi, Desa Talawe.

Pelaku yang melihat korban sedang bercengkerama dengan warga saat itu, langsung menusuk dengan tombak sebanyak dua kali. Alhasil korban yang menderita luka di tubuhnya setelah ditombak, langsung dilarikan ke Puskesmas Empagae Kecamatan Watangsidenreng.