28 August 2017 01:30 WITA

Mengenang Emmy Saelan, Perempuan Tangguh Penantang Penjajah

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mengenang Emmy Saelan, Perempuan Tangguh Penantang Penjajah
Monumen Emmy Saelan, Minggu (28/8/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tak seperti malam sebelum-sebelumnya yang hening di monumen sang pahlawan, Emmy Saelan. Tepat malam ini, Minggu (27/8/2017), monumen pahlawan perempuan yang gugur pada zaman penjajahan itu mendadak ramai. 

Puluhan warga dari anak-anak hingga orang dewasa ikut dalam keramaian itu. Bahkan pejabat kota seperti Lurah, Camat, hingga Walikota pun hanyut dengan diselenggarakannya pesta Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. 

72 tahun silam atau tepat 17 Agustus 1945, Indonesia resmi mengumandangkan kemerdekaan. Sang proklamator, Ir Soekarno mengumandangkan kemerdekaan itu keseluruh pelosok Indonesia.

Namun 72 tahun Indonesia merdeka, masyarakat masih antusias untuk merayakan hari proklamasi itu. Salah satunya yang digelar Kelurahan Rappocini, Kota Makassar. Pesta rakyat digelar di Monumen Emmy Saelan yang bertempat di Jalan Hertasning, Makassar.

Namun siapa sosok Emmy Saelan itu? Emmy Saelan adalah seorang pahlawan yang gugur di medan perang saat Indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Lahir di Malengke Barat, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 15 Oktober 1924.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sosok Emmy Saelan adalah seorang perawat namun ia dikenang sebagai pahlawan akibat keberaniannya. Bagaimana tidak, ia terlibat dalam pembebasan Gubernur Sulawesi, Sam Ratulangie yang kala itu ditawan bersama enam anggota TNI oleh pihak Belanda pada 5 April 1946.

Protes pun dilayangkan Emmy Saelan bersama perawat lain atas penangkapan gubernur. Namun Belanda enggan membebaskan Sam Ratuangie, malahan Belada mengirimkan pasukan yang sangat kejam kala itu, dengan dipimpin Westerling.

Apa daya, Emmy Saelan dan anggotanya terkepung oleh Belanda. Seluruh pasukannya tewas. Tapi hanya ia yang masih hidup. Namun Belanda mengimbaunya untuk menyerah, namun ia enggan melakukan hal itu.

Malahan, Emmy Saelan nekat memberontak dengan melemparkan satu-satunya gerabat yang ia miliki. Sempilan orang tewas, delapan diantaranya tentara Belanda dan dirinya juga ikut tewas akibat ledakan geranat.

Belanda pun menguburkan jasad Emmy Saelan di lokasi ledakan bersama korban lain. Setelah kondusif, jenazahnya pun langsung diangkat dan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan di Jalan Makam Pahkalwan Makassar, secara layak.

Peninggalan Emmy Saelan pun masih berdiri kokoh berupa monumen. Sang Walikota Makassar, Moh Ramdhanny 'Danny' Pomanto yang hadir di acara Pesta Rakyat di Monumen Emmy Saelan sempat mengutarakan tentang sosok beliau. 

"Perjuangan Emmy Saelan patut kita banggakan. Sosok pahlawan yang tentu akan kita kenang sepanjang masa. Kami turut bangga punya pahlawan seperti beliau, membantu perjuangan Makassar menuju Indonesia yang merdeka," kata Danny, Minggu, (27/8/2017) malam.

Danny pun berharap kepada seluruh masyarakat yang hadir agar tidak menyia-nyiakan perjuangan Emmy Saelan. "Dan kita juga harus berjuang menjadikan kota ini semakin baik. Para pahlawan berjuang kemerdekaan, kini kita melanjutkannya dengan prestasi," tukasnya.

Kini, nama Emmy Saelan terus dikenang. Salah satu jalan di Kota Makassar pun diberi nama Emmy Saelan. Nama itu diberi lantaran lokasi tersebut merupakan jalur perang gerilia Emmy Saelan saat melawan penjajah.