13 August 2017 22:32 WITA

Cuaca Buruk, Petani di Sidrap Terancam Gagal Panen

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cuaca Buruk, Petani di Sidrap Terancam Gagal Panen

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa pekan terakhir di Kabupaten Sidrap, mengakibatkan sejumlah kawasan area pertanian berisi tanaman padi terancam gagal panen. 

Selain dikhawatirkan bisa merusak tanaman padi yang siap panen, curah hujan tersebut juga mengakibatkan tanah lahan persawahan becek dan berlumpur.

Akibatnya, alat mesin pemanen yang biasa digunakan petani di Bumi Nene Mallomo itu, merontokkan padinya sulit melakukan eksploitasi karena tidak bisa mengakses medan.

"Pemilik mobil alat perontok padi atau combine, enggan turun ke sawah, karena dikhawatirkan akan merusak kendaraan akibat lumpur," kata La Beddu, salah seorang petani di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Minggu (13/8/2017).

Hal serupa diungkapkan Idris, salah seorang petani penggarap di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Lelaki ini berharap agar curah yang turun saat ini tidak merusak tanaman padinya, yang luasnya mencapai 1,5 hektar.

“Waktu panen padinya tinggal menunggu waktu satu minggu lagi, tapi kalau curah hujan tetap tinggi panen kami bisa gagal. Mobil perontok padi tidak bisa turun ke sawah karena lumpurnya banyak," ungkap Idris.

Tags