12 August 2017 16:07 WITA

Soal Insentif RT/RW Makassar, Mesakh: Ini Bukan Gaji

Editor: Muh. Taufik
Soal Insentif RT/RW Makassar, Mesakh: Ini Bukan Gaji

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polemik pemberian insentif kepada Ketua RT/RW di Makassar kembali menyeruak. Sejumlah pihak menilai, Walikota Makassar, Danny Pomanto, ingkar terkait hal ini. Pasalnya, insentif yang disebut sebesar Rp1 juta per-bulan, jumlahnya tidak rata diterima oleh RT/RW. 

Terkait hal itu, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Makassar, punya pandangan sendiri. Ketua Fraksi PDIP DPRD Makassar, Mesakh Raymond menjelaskan, bahwa semua pihak harusnya bisa sepemahaman dulu, bahwa yang diberikan kepada RT/RW itu insentif bukan gaji.

Menurutnya, karena ini insentif, maka pemberiannya harus didasarkan pada beberapa indikator. Jika semua indikator terpenuhi, maka insentif maksimal bisa diterima. Namun, jika ada indikator yang tidak dipenuhi tentu akan ada pengurangan. "Ini bukan gaji yang pemberiannya tetap setiap bulan," jelasnya.

Mesakh menyebutkan, jika semua pihak bisa memahami tentang hal ini. Maka, tidak akan ada lagi yang menyoal dan bahkan menjustifikasi soal pemotongan dan sunat anggaran.

"Masyrakat bisa menilailah. Intinya, saya juga bagian dari anggota badan anggaran. Bbetul jika itu dianggarkan Rp1 juta tapi pemberian insentif kepada RT/RW itu tdk serta merta. Harus berdasarkan atau berbasis kinerja," ungkapnya. 

Fraksi PDIP, lanjut Mesakh, menilai pemberian insentif RT/RW sudah pas dan cocok dengan mekanisme pemberian berdasarkn acuan 9 indikator. "Tinggal sosialisasi yang harus mantap sampai ke RT/RW, apalagi banyak RT/RW yang baru," harapnya.