Sabtu, 12 Agustus 2017 23:56 WITA

Jemaah Haji asal Sulsel Diimbau Tak Paksakan Ibadah Sunnah

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jemaah Haji asal Sulsel Diimbau Tak Paksakan Ibadah Sunnah
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wukuf di Arafah merupakan puncak dari ibadah haji yang harus dijalani oleh para jemaah. Dalam menjalani wukuf ini dibutuhkan persiapan mental dan fisik yang kuat dari setiap jemaah agar ibadah berjalan lancar. 

Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Tahir. Dia mengimbau agar seluruh jemaah haji embarkasi Makassar bisa menjalani rukun haji ini tanpa mengalami gangguan fisik ataupun mental. 

Solusi pun ia berikan kepada para Jemaah calon haji saat memberi sambutan penerimaan, Sabtu (12/8/2017). Menurutnya, jemaah haji selama di tanah suci tidak perlu memaksakan untuk beribadah Sunnah. 

"Tidak perlu paksakan ibadah sunnah. Di sana sangat diperlukan fisik yang kuat. Kalau kebanyakan sunnah tsrus wajibnya ditinggal kan hajinya jadi tidak mabrur," ujar Wahid. 

Ia menambahkan jika cuaca mungkin bisa menghalangi kelancaran ibadah haji jemaah Indonesia selama disana. Maka ia pun berharap tetap menjaga kebersamaan dan berkoordinasi dengan tenaga pendamping.  

"Tetap kompak. Tetap menjaga kebersamaan. Petugas juga harus bersabaf, karena bagaimanapun keselamatan jemaah tetap yang utama," tambahnya. 

Direncanakan wukuf di Arafah sendiri akan dilaksanakan pada 31 Agustus atau tepat 9 Dzulhijjah.