Sabtu, 12 Agustus 2017 16:40 WITA

Enam Siswa SD di Jeneponto Dianiaya Orangtua Murid

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Enam Siswa SD di Jeneponto Dianiaya Orangtua Murid
Siswa korban penganiayaan di Polres Jeneponto, Sabtu (12/8/2017).

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Enam siswa SD Negeri 45 Bontosinggu diduga dianiaya salah seorang orang tua siswa bernama Harifuddin (30) di Jalan Lingkar, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (12/8/2017).

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Muhammad Ramli mengatakan, kejadian ini bermula saat Harifuddin hendak menjemput anaknya. Setiba di dalam sekolah, tiba-tiba Harifuddin langsung memukul enam siswa setelah merasa tersinggung.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Orang tua siswa (Harifuddin) yang ingin menjemput anaknya tersinggung, dikiranya dikatai orang gila," kata Muhammad Ramli.

Saat ini lanjut Ramli, pelaku Harifuddin sudah diamankan Polres Jeneponto untuk dimintai keterangannya. Jika terbukti, pelaku akan dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara.

"Tapi kita masih akan dalami dan melihat dari kriteria kasusnya, kalau terbukti dikenakan UU perlindungan anak," jelasnya. 

Sementara itu, Karniwati, saksi mata yang juga guru SD Negeri 45 Bontosinggu mengungkapkan, dirinya melihat pelaku masuk ke dalam kelas dan memukul para siswa. Bahkan kata Karniwati, dirinya sempat melarang, namun hal itu tidak diindahkan.

"Saya sudah larang untuk tidak memukul tapi tidak didengar. Malah dia mengeluarkan kata kasar ke saya," ungkap Karniwati.

Terpisah, Firman, salah seorang orang tua siswa mengungkapkan, insiden tersebut sudah dilaporkan ke Polres Jeneponto.

"Pelaku memukul para siswa dengan cara mencekik dan tampar, sampai-sampai ada luka memar di wajah dan leher," beber Firman.