Sabtu, 12 Agustus 2017 16:17 WITA

Ini Penjelasan Kepala BPM Makassar Soal Insentif RT/ RW 

Editor: Trio Rimbawan
Ini Penjelasan Kepala BPM Makassar Soal Insentif RT/ RW 
FOTO:Salah satu lorong yang ada di Kecamatan Tamalanrea. Dimana lorong tersebut kelihatan bersih dan cantik dipandang mata.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR--Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Pemerintah Kota Makassar Iskandar Lewa kembali menyampaikan penjelasan terkait mekanisme pemberian insentif kepada ketua RT/ RW di Makassar. 

Hal ini menyusul masih adanya sejumlah pihak yang belum memahami betul indikator yang mengatur dalam penetapan insentif RT/ RW di Kota Makassar.

Iskandar juga membantah pernyataan  adanya pihak yang menuding bahwa insentif RT/ RW disunat atau berjalan tidak sesuai aturan. Bahkan ada yang menganggap jika insentif itu dikurangi. Padahal semuanya berdasarkan hasil kinerja RT/RW itu sendiri.

"Ini yang perlu kita luruskan, bukan disunat. Tetapi itu diberikan oleh pemerintah kecamatan berdasarkan 9 indikator yang ada," terang Iskandar Lewa yang dikonfirmasi, Sabtu, 10 Agustus 2017.

Hal ini merujuk pada Perwali No. 3 tahun 2016. Menurut Iskandar, seorang RT atau RW bisa saja insentif yang diterima bulan ini lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

Begitupun mereka RT/ RW bersangkutan juga bisa mendapatkan insentif yang lebih tinggi hingga maksimal Rp1 juta, jika dalam prosesnya dinyatakan berhasil memenuhi kriteria sembilan indikator yang ditetapkan.

"Ini insentif bukan gaji. Insentif itu diberikan kepada seseorang atau badan dilihat dari ukuran apa yang ia telah capai," jelasnya.

Olehnya,  Iskandar kembali menegaskan jika anggaran yang telah ditetapkan senilai Rp1 juta itu tidak disunat. Namun, sisa pembayaran insentif RT/ RW yang tidak sampai pada nominal maksimal yang ditetapkan maka anggaran itu tetap aman dan dikembalikan sebagai SILPA.

Dia menanmbahkan,  adapun 9 indikator penilaian RT/RW untuk pemberian insentif sesuai kinerja,  diantaranya,  baik soal Lorong Garden (Longgar),  Makassar Tidak Rantasa,  (MTR), Bank Sampah,  Retribusi Sampah,  PBB,  Sombere And Smart City.