Sabtu, 12 Agustus 2017 13:33 WITA

Sri Mulyani: Indonesia Tak Darurat Utang

Editor: Fathul Khair Akmal
Sri Mulyani: Indonesia Tak Darurat Utang
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

RAKYATKU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia tidak dalam kondisi darurat utang.

“Utang kita sebagian besar dibeli oleh WNI. Bahkan dalam tabungan, bisa diinvestasikan di Surat Utang Negara (SUN). Hal ini sama dengan negara yang modern dimana lebih banyak alternatif investasi,” ungkapnya dikutip dari website resmi kemenkeu.go.id, Sabtu (12/8/2017).

Ia juga menambahkan, dirinya kembali ke Indonesia karena ia merasa bisa bermanfaat bagi negeri, terutama berkontribusi dalam membenahi perekonomiannya melalui APBN yang kredibel dan sehat.

“Saya kembali ke Indonesia karena saya berpikir saya bisa bermanfaat. Saya ingin APBN yang kredibel dan sehat,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa negara maju pun tidak ada yang tidak memiliki utang. Namun demikian, bukan berarti ia mengedepankan ide berutang sebagai satu-satunya solusi membiayai pembangunan. Ia melihat secara realistis bahwa target pemasukan negara dari pajak belum memenuhi kebutuhan belanja dan investasi Indonesia yang tidak bisa ditunda.

“Saya ingin bertanya ada tidak negara yang tidak punya utang? Singapore utangnya lebih lebih kecil atau lebih besar? (Bagaimana dengan) Amerika, Jepang? Saya tidak bilang kita ingin mengikuti mereka dengan utang yang besar. Idealnya belanja dibiayai sendiri. Para pendiri bangsa mencitakan untuk memiliki sumber daya sendiri melalui pajak. (Namun) kebutuhan belanja banyak dan tidak bisa ditunda. Utang digunakan untuk investasi sehingga ekonomi masyarakat memiliki kemampuan yang produktif dan ekonomis,” pungkasnya.