11 August 2017 17:42 WITA

Pegawai PDAM Wajib Ganti Uang Rp1,2 Miliar yang Dirampok

Editor: Adil Patawai Anar
Pegawai PDAM Wajib Ganti Uang Rp1,2 Miliar yang Dirampok
Pelaku pembobolan brankas PDAM Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Ibrahim Saleh menyatakan, pegawai PDAM Kota Makassar, harus bertanggungjawab atas keberadaan uang Rp1,2 miliar di dalam brankas di Kantor PDAM.

Pasalnya, penyimpanan uang dengan nominal sebesar itu, tidak dibenarkan berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Keuangan Nomor 162 Tahun 2013, tentang Kedudukan dan Tanggungjawab Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

Permen itu mengatur bahwa nominal uang yang disimpan (dalam kantor), baik oleh direktur keuangan maupun bendahara pengeluaran atau penerimaan, maksimal Rp50 juta. Sementara saat terjadi pembobolan, jumlah uang yang terdapat di dalam brankas PDAM Makassar mencapai Rp1,2 miliar.

"Jadi kalau sudah lebih dari Rp50 juta, itu bukan lagi resiko perusahaan. Melainkan kelalaian pegawai atau pihak-pihak terkait di PDAM Makassar," ungkap Ibrahim, Jumat (11/8/2017).

Kalaupun ingin menyimpan lebih dari Rp50 juta, lanjut Ibrahim, maka harus melalui persetujuan direktur utama, yang disertai dengan lampiran berita acara.

"Kalau misalnya terbukti bahwa ini kelalaian murni dari staf (direksi PDAM). Maka pegawai itu yang harus ganti rugi, bukan perusahaan. Dan pada saat sudah ditentukan siapa penanggungjawabnya, maka dia harus dinaikan ke TP-TGR (Tim Penyelesaian Tagihan Ganti Rugi)," jelasnya.

Ganti rugi ini akan dibebankan kepada individu yang melakukan kelalaian. Dengan cara membayarkan ke perusahaan sesuai nilai kerugian yang ada. Pihak yang bertanggungjawab, akan diberikan waktu selama dua tahun dengan syarat memberikan jaminan, untuk melunasi uang ganti rugi yang tercatat sebagai piutang perusahaan.

"Kalau sampai waktu yang ditetapkan habis, dan ganti rugi itu belum dilunasi. Jaminan yang dulu diberikan akan kita ambil," pungkasnya.