10 August 2017 20:28 WITA

Pembobol Brankas PDAM Makassar Menyerahkan Diri 

Editor: Fathul Khair Akmal
Pembobol Brankas PDAM Makassar Menyerahkan Diri 
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu pelaku pembobol brankas PDAM Kota Makassar, menyerahkan diri di Polrestabes Makassar, Kamis (10/8/2017).

Tamajaya (28) akhirnya menyerahkan diri setelah beberapa hari kabur dari aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan menyebut, Tamajaya datang di Polrestabes bersama keluarganya.

"Tadi jam 16:00 wita, dia dibawa oleh keluarganya," ungkap Anwar, Kamis (10/8/2017) malam.

Anwar menyebut, Tamajaya menyerahkan diri pada hari terakhir waktu yang diberikan oleh Polrestabes Makassar. Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga Tamajaya agar menyerahkan diri.

Ekspose pembobolan PDAM Makassar

"Memang hari ini deadline yang saya berikan ke keluarganya untuk menyerahkan diri. Akhirnya dia menyerahkan diri," tambahnya.

Anwar menyebut, dalam aksi pelarian Tamajaya selama ini, ia lari ke Kota Kendari. Tamajaya selanjutnya kembali ke Jeneponto, sebelum akhirnya menyerahkan diri.

"Setelah kejadian (pembobolan brankas PDAM Makassar), ia lari ke Kendari. Dia nginap di masjid. Lima hari kemudian dia kembali ke Jeneponto di Allu," tambahnya.

Dalam aksi pembobolan brankas PDAM, Tamajaya berperan menjaga situasi saat Muhammad Tuanaya alias Ronde dan Iwan masuk di kantor PDAM Makassar. Dari hasil curian itu, Tamajaya mendapat jatah Rp150 juta.

"Sebelum pembobolan, dia dijemput oleh pelaku lain, kemudian mutar-mutar di Jalan Boulevard hingga masuk di Jalan Pelanduk, dan masuk di Kantor PDAM lewat belakang. Ia (Tamajaya) menjaga di luar, dan setelah brankas dibawa keluar oleh pelaku lain, brankas tersebut dibongkar. Dia dapat Rp150 juta. Yang didapat dari pelaku tinggal 31 juta, selebihnya sudah dia gunakan foya-foya," ungkapnya lagi.