09 August 2017 11:04 WITA

Kotak Suara Transparan Cegah Kecurangan Pemilu

Editor: Mulyadi Abdillah
Kotak Suara Transparan Cegah Kecurangan Pemilu
Ilustrasi kotak suara.

RAKYATKU.COM - Kotak suara transparan mulai digunakan pada Pemilu 2019 mendatang. Penggunaan ini merupakan kesepakatan bersama antara pemerintah, penyelenggara pemilu dan DPR. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan, penggunaan kotak suara transparan dalam pelaksanaan pemilu dimaksud untuk mencegah terjadinya kecurangan.

Tjahjo menyatakan kalau kotak suara semacam itu dimaksud agar tahapan penghitungan suara aman. Hal ini juga membantah dugaan kotak suara tersebut ditukar dengan yang sudah terisi.

"Karena ada kabar saat kotak suara dari daerah dibawa ke Jakarta untuk rekapitulasi, isi surat suaranya diganti ketika di mobil," kata Tjahjo dikutip dari laman Kemendagri, Rabu (9/8/2017).

Dalam proses Pemilu sebelumya, kecurangan banyak ditemukan saat hasil rekapitulasi bertingkat. Suara untuk satu calon dinilai bisa berubah di tingkat desa dan kecamatan.

Kotak suara yang tidak tembus cahaya menjadi obyek tindak kecurangan, modusnya dengan menukar isi dari kotak tersebut. Dengan kotak transparan, potensi kecurangan bisa berkurang. "Walaupun digembok kotak suaranya, itu sudah aman. Tapi waktu itu di Pansus, ingin keliatan," tambah dia.

Komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan di beberapa negara menggunakan kotak dari plastik dan bahan transparan lain. Pihaknya telah memberi beberapa contoh kotak suara transparan yang bisa dipakai dan sesuai UU Pemilu.

Tak hanya itu, beberapa desain kotak dalam bentuk opsi juga disiapkan, dan akan dijabarkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR. Tujuannya agar terjadi kesepahaman, bagaimana kotak suara yang dimaksud UU dan diinginkan regulator.

Tags
Pemilu