05 August 2017 04:00 WITA

Gagal Raih Adipura, Bulukumba Dapat Penghargaan Kampung Iklim

Editor: Almaliki
Gagal Raih Adipura, Bulukumba Dapat Penghargaan Kampung Iklim

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Meski Bulukumba pada tahun 2017 ini gagal meraih piala Adipura, namun ada kabar yang menggembirakan dari pelosok desa, tepatnya dari Desa Salassae Kecamatan Bulukumba.

Desa tersebut bersama dengan Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), menerima trofi Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tropy bidang lingkungan ini diterima langsung oleh Armin Salassa, yang mewakili KSPS Desa Salassae dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis (3/8/2017) kemarin.

Desa Salassae lolos menerima trofi Proklim Utama bersama dengan 30 lokasi lainnya di Indonesia dari 477 lokasi yang diusulkan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Kali ini, Provinsi Sulawesi Selatan meloloskan 4 lokasi, masing masing satu dari Kabupaten Toraja, Bone, Enrekang, dan Bulukumba.

Sebelumnya tahun 2016 yang lalu, Bulukumba juga menerima penghargaan yang sama dan diterima oleh Kelompok Mamminasa Baji Dusun Parukku Desa Bululohe Kecamatan Rilau Ale.

Menurut Armin Salassa, pihaknya dapat meraih trofi tersebut karena dua faktor utama, yakni program Natural Farming yang mulai menguat dan berkontribusi pada adaptasi perubahan iklim, dan yang kedua karena kelembagaan Komunitas Salassae dan Komunitas Swabina Pedesaan Salassae yang sudah cukup kuat, serta tingkat SDM petani anggota KSPS yang sudah baik.

“Harapan saya terhadap Salassae adalah penyatuan kekuatan masyarakat dan pemerintah desa untuk berkontribusi bagi adaptasi perubahan iklim dengan memperhatikan atau mengintegrasikan pada kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Armin, Jumat (4/8/2017).

Desa Salassae saat ini, tambah Armin, memiliki kewajiban moril untuk pengembangan program Kampung Iklim di Bulukumba. Trofi Proklim Utama yang diterima Salassae, bukanlah milik Salassae, melainkan milik bersama warga Bulukumba.

Dikatakannya, meraih trofi bukanlah tujuan utama, namun keberlanjutan program dan kerjasama antarinstansi serta pemerintah dan masyarakat, merupakan hal yang penting untuk membangun sistemnya.

Ia yakin, seluruh desa di Bulukumba dapat memenuhi syarat sebagai kampung iklim dengan syarat, warga dan pemerintah komitmen dan bekerja untuk meraih hal itu.

Armin berharap, pemerintah bisa mengalokasikan program pendidikan lingkungan bagi seluruh keluarga di setiap desa. Seluruh desa, tambahnya, tidak sedang berlomba satu sama lain.

“Saat ini seluruh desa sudah masuk dalam persaingan global sehingga standar kelembagaan dan arus perubahan iklim mesti dipertimbangkan dalam setiap kegiatan di pedesaan,” pinta aktivis sosial dan lingkungan ini.