Selasa, 01 Agustus 2017 13:11 WITA

Kontrak Ciputra-Yasmin di CPI Terancam Diputus

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kontrak Ciputra-Yasmin di CPI Terancam Diputus
Proyek CPI di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemprov Sulawesi Selatan kecewa dengan kinerja PT Ciputra dan PT Yasmin Budi Asri yang menangani pengerjaan penimbunan reklamasi Center Poin of Indonesia (CPI) baru mencapai 1,8 persen. 

Sekprov Sulsel, Abdul Latief mengatakan, progres penimbunan reklamasi CPI harusnya sudah mencapai 80 persen. Namun progres hingga saat ini jauh dari yang diharapkan oleh Pemprov. 

"Progres reklamasi CPI sampai 30 juli ini baru 1 persen. Seharusnya reklamasi  sudah mencapai 80 persen. Dan kita target Maret tahun depan tahap reklamasi sudah bisa diselesaikan oleh pengembang," ujar Abdul Latif, Selasa (1/8/2017).

Namun, jika memang sampai Maret tahun depan penimbunan reklamasi CPI belum juga rampung. Pemprov Sulsel menegaskan akan memutus kontrak dengan PT Ciputra dan PT Yasmin Budi Asri. 

Kontrak Ciputra-Yasmin di CPI Terancam Diputus

"Jika progresnya bagus sampai tahun depan kita akan perpanjang. Akan tetapi jika progress tidak bertambah dengan alasan yang tidak jelas, maka kontrak kerjasama siap diputus," jelas dia.

Abdul Latif mengatakan, PT Ciputra dan PT Yasmin Budi Asri beralasan jika pengadaan kapal yang membutuhkan waktu membuat pengangkutan pasir terhambat.

"Alasannya proses pengadaan kapalnya membutuhkan waktu tapi sekarang sudah ada. Saat ini sudah dilakukan penghisapan pasir 2 juta kubik dari kebutuhan 18 juta," tambahnya.

Kontrak Ciputra-Yasmin di CPI Terancam Diputus

Abdul Latif, Sekprov Sulsel

Kapal tersebut, menurutnya dapat ditambah dengan penegasan akan meminta pihak pengembang mengejar target yang telah diberikan.

"Kesanggupan mereka kita lihat dulu seperti sejauh mana proses penimbunan dan kondisi hari ini. Kita mau tahu kapasitas perhari yang mau ditimbun. Misalnya perkapal mampu mengangkut 35 ribu permeter kubik. Kalau memang membutuhkan waktu menyelesaikan ini, kita serahkan kapal," jelas dia.