Rabu, 19 Juli 2017 09:56 WITA

BPJSKes-SD Inpres Unggulan Teken MoU Perluasan Kepesertaan

Penulis: Nurhikmah
Editor: Adil Patawai Anar
BPJSKes-SD Inpres Unggulan Teken MoU Perluasan Kepesertaan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Demi mencapai tingkat kepesertaan 100 persen Desember 2018 mendatang, BPJS Kesehatan terus melakukan upaya pengumpulan data-data masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Masyarakat tersebut selanjutnya diedukasi terkait pentingnya menjadi peserta dan segera bergabung.

Kali ini, dalam rangka hari ulang tahunnya yang ke 49, BPJS Kesehatan melalui kantor cabang utama (KCU) Makassar melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar, demi meningkatkan kepesertaan dari kalangan murid dan siswa. Hal ini juga sebagai langkah awal sebelum melakukan MoU serupa dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar.  

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala BPJS Makassar Unting Patri Wicaksono, dan Kepala Sekolah SD Pemda Makassar Andi Agusniati, yang disaksikan Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Wahyudi Bagenda.

Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Unggulan Pemda Kota Makassar sebagai rangkaian dari kegiatan kampanye Hidup Sehat Bersama BPJS Kesehatan, Rabu (19/7/2017).

Penandatangan MoU ini dalam rangka integrasi data antara BPJS Kesehatan dan SD Inpres Unggulan Pemda guna mendapatkan informasi murid dan siswa yang belum menjadi peserta BPJS.

Wahyudin menjelaskan, mengenai penyakit katastropik seperti stroke, kanker, gagal ginjal, dan penyakit jantung yang sangat berbahaya dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatannya.

loading...

"Makanya penyakit ini harus dicegah dengan memulai pola hidup sehat sejak dini. Sejak masih anak-anak," katanya. 

Dihadapan 300 siswa SD Inpres Unggulan Pemda Kota Makassar, Wahyudi menjelaskan, mengenai konsep gotong royong yang dianut BPJS Kesehatan.

"Mari kita bayangkan jika ada satu peserta JKN-KIS yang melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160 juta, sedangkan hutannya hanya Rp51.000 per bulan. Tentu dibutuhkan 3.737 peserta lain yang sehat dan membayar iuran untuk membantu. Makanya kita harus sehat dan bergotong royong membantu peserta yang sakit," katanya. 

Selain penandatangan MoU, ada pula pelayanan pemeriksaan kesehatan telinga, mulut dan gigi kepada seluruh peserta didik di SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar. Kegiatan ini bekerja sama denda Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) dan persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Loading...
Loading...