Selasa, 18 Juli 2017 16:42 WITA

Kata SYL Pasca Setnov Tersangka e-KTP

Editor: Mulyadi Abdillah
Kata SYL Pasca Setnov Tersangka e-KTP
SYL saat menjamu Setnov beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) turut prihatin dengan kasus hukum yang menjerat Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov).

"Sebenarnya saya takut tanggapi itu. Kasian, Setnov itu orang baik," singkat SYL saat ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (18/7/2017). 

SYL merupakan salah satu rival Setnov pada Munaslub Golkar Bali 2016. Sebagai satu-satunya kader daerah yang bertarung kala itu, SYL mendulang 27 suara (urutan 4 dari 9 calon).

Kata SYL Pasca Setnov Tersangka e-KTP

Ditegaskan, sikapnya maju kala itu semata-mata untuk konsolidasi dan rekonsiliasi Partai Golkar pasca terbelah. "Jika saya maju, maka saya maju untuk kepentingan bangsa dan negara" demikian SYL. 

Sementara itu, pimpinan DPR RI baru saja memberikan keterangan pers. "Sampai saat ini, saya belum mendapatkan surat penetapan tersangka dari KPK," kata Setnov.

Walaupun demikian, kata Setnov, dirinya akan mengikuti proses hukum sebagai warga negara yang baik. 

Kata SYL Pasca Setnov Tersangka e-KTP

Kepala Badan Keahlian DPR RI, Johnson Rajagukguk memaparkan posisi pimpinan DPR RI berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kata dia, selama belum adanya keputusan hukum yang bersifat tetap (inkrah) komposisi pimpinan DPR RI belum ada perubahan.

"Pimpinan DPR RI bersifat kolektif kolegial. Saya pastikan semua pekerjaan tetap berjalan dengan baik, tidak akan ada hambatan apapun," kata Johnson.\

Diberitakan, Setya Novanto resmi ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebab perkara kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el, yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Tim penyidik sebelumnya menemukan dua alat bukti perihal dugaan keterlibatan Novanto. "Setya Novanto ditetapkan tersangka," ujar Agus Rahardjo saat jumpa pers, Senin (17/7).

SN, akronimnya, dinilai bersama pihak lain dalam memuluskan tahapan perencanaan, hingga pelaksanaan proyek yang membawa masalah itu. Hal tersebut sesuai keterangan jaksa penuntut umum dalam dakwaan Irman dan Sugiharto yang merupakan pejabat dalam Kementerian Dalam Negeri.

Tags