18 July 2017 16:21 WITA

Jebak Tukang Bentor, Begini Skenario Kaburnya Tahanan Rutan Makassar

Editor: Andi Chaerul Fadli
Jebak Tukang Bentor, Begini Skenario Kaburnya Tahanan Rutan Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Cara nekat ditempuh Irawati, istri penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar untuk membebaskan suaminya. Dia menjebak tukang becak motor (Bentor) agar bisa meloloskan Sahrul Daeng Nojeng alias Buser bin M Saleh dari Rutan, Selasa (18/7/2017) sekira pukul 10.35 Wita.

"Istrinya datang menjenguk bersama tukang bentor kemudian kartu pengunjung tukang bentor yang digunakan keluar," ujar Kepala Kesatuan Pengamanan, Rutan Klas 1 Makassar, Ahmad Lamo.

Sementara Sahrul dan istri kabur, sial malah menimpa tukang bentor yang disewa bernama Irfan. Dia ditahan lantaran dicurigai membantu kaburnya tahanan narkotika itu.

Irfan mengaku hanya bertugas seperti biasanya. Dia diminta untuk mengantar Irawati sekaligus mengangkut barang-barang suaminya yang disebut sudah bebas.

"Dia bayar saya pulang pergi sebesar Rp30 ribu untuk ambil kasur sama bantal suaminya," kata Irfan saat ditemui.

Saat tiba di Rutan, kata dia, Irawati pelaku kembali meminta Irfan untuk membantunya mengangkat kasur dan bantal suaminya, dengan imbalan sewa bentor menjadi Rp40 ribu. Irawati kemudian mengambil tanda pengenal pengunjung Irfan. 

Dan memerintahkan ke Irfan untuk menunggu, karena Irawati berpura-pura mengurus administrasinya. "Jadi saya ikut masuk ke Rutan untuk mengambil barang-barang suaminya," jelas Irfan.

Tanda pengenal pengunjung tersebut ternyata diberikan kepada Sahrul. Selanjutnya, Irawati membawa suaminya kabur dari Rutan. 

Kejadian tersebut baru diketahui, ketika piket jaga menemukan satu pengunjung yang tidak memiliki tanda pengenal sekira pukul 10.35 Wita. Pasca-kejadian tersebut, Irfan masih ditahan oleh pihak Rutan Makassar termasuk bentornya.