18 July 2017 15:47 WITA

Hera, Remaja Tuna Daksa yang Patut Ditiru Semangatnya

Editor: Almaliki
Hera, Remaja Tuna Daksa yang Patut Ditiru Semangatnya

RAKYATKU.COM, BONE - Seorang penyandang tuna daksa atau penderita lumpuh layu di Bone, patut ditiru semangatnya. Adalah Nidaul Khairat Subhan (12), warga Jalan Sungai Saddang Kelurahan Watampone. Ia giat bersekolah dan ingin jadi dokter. 

Rakyatku.com begitu terkesima melihatnya saat mendaftar di Madrasah Tsanawiyah Mts 1 Watampone, Selasa (18/7/2017).

Kata orang, Nidaul Khairat memiliki prestasi yang luar biasa saat mengenyam pendidikan SD. Ia menjadi siswi yang pintar, mengalahkan teman sebayanya lewat rangking.

Nidaul Kahirat atau Hera, bahkan disebut sempat terkendala saat mendaftar di MTS 1 Watampone, sebab belum memiliki fasilitas yang memadai untuk penyandang disabilitas. Namun karena semangat Hera, semua pengecualian dilibasnya.

"Ya, pasti kita akan terima untuk bersekolah di sini. Untuk itu, saya sudah menyiapkan guru khusus untuk membantu kebutuhannya selama di sekolah. Apalagi di sekolah ini, ada keluarganya yang mengajar. Lagiupula pasti teman sekelasnya juga akan membantu kalau mereka sudah akrab," jelas Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bone, Kasmaruddin.

Sementara Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Andi Takdir yang mendampingi Hera saat itu, sangat berterima kasih pada pihak sekolah.

Bagaimana tidak, ia diterima meski sekolah sempat ragu karena beberapa alasan, seperti siapa yang akan mengurusnya ketika Hera ingin buang air. Fasilitas khusus juga belum ada di sana.

"Sekolah belum inklusi. Tapi setelah diberi penjelasan, mereka siap dan secara bertahap akan memfasilitasi murid berkebutuhan khusus," terangnya.

Hera adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Subhan, ibunya Nurhayati. Hera diserang penyakit sejak umur enam tahun, dikarenakan syaraf otak belakang yang tidak berfungsi.

"Awalnya Hera tidak bisa menggerakkan kaki sebelah kanan, dan lama kelamaan kaki kirinya pun juga ikut lumpuh. Hingga kedua kaki Hera mengecil," kata Nurhayati.

"Semoga sekolah bersabar dan memberi perhatian khusus pada anak saya. Sebab Hera ingin terus menimba ilmu dan dapat meraih cita-citanya menjadi seorang dokter," tukas Nur.