18 July 2017 15:36 WITA

UEA Bantah Terlibat Dalam Hacking Qatar

Editor: Suriawati
UEA Bantah Terlibat Dalam Hacking Qatar
Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash

RAKYATKU.COM - Washington Post menuduh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai dalang di balik hacking terhadap kantor berita resmi Qatar, yang memicu krisis diplomatik di Teluk. Namun, pejabat UEA membantah keterlibatan negaranya.

Pada hari Senin (17/07) Menteri Luar Negeri, Anwar Gargash mengeluarkan pernyataan bahwa apa yang dilaporkan oleh surat kabar Washington Post, tidak benar. "Cerita Washington Post tidak benar, sama sekali tidak benar," kata Gargash. 

Yousef al-Otaiba, duta besar UEA untuk Amerika Serikat juga membantah tuduhan tersebut. "Apa yang benar adalah perilaku Qatar membiayai, mendukung, dan memungkinkan ekstremis dari Taliban ke Hamas dan Gaddafi, menghasut kekerasan, mendorong radikalisasi, dan merongrong stabilitas tetangganya," kata pernyataan Otaiba.

BACA JUGA: AS dan Kuwait Bahas Solusi untuk Hentikan Krisis Teluk

Sebelumnya, Washington Post melaporkan bahwa pejabat intelijen AS telah menemukan bahwa pemerintah UEA membahas rencana hacking pada tanggal 23 Mei, sehari sebelum kejadian tersebut terjadi.

Sumber tersebut mengatakan bahwa tidak jelas apakah UEA meretas situs web atau membayar orang ahli untuk melakukannya. Laporan Washington Post tidak mengidentifikasi pejabat intelijen yang menyampaikan laporan itu

Departemen Luar Negeri AS juga belum secara resmi menanggapi laporan tersebut.

Emir Tamim bin Hamad Al Tsani

Sekadar diketahui, peretasan pada bulan Mei menyebabkan situs kantor berita resmi Qatar menerbitkan berita bahwa Emir Tamim bin Hamad Al Tsani memuji Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa Iran adalah kekuatan Islam.

Segera setelah cerita itu terbit, media itu mengklarifikasi dan mengatakan bahwa hacker telah memposting berita palsu, namun banyak yang tidak mempercayai hal tersebut.

Akhirnya, pada tanggal 5 Juni, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuduh negara kecil itu mendukung terorisme. Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut. 

Tags
Qatar