18 July 2017 13:37 WITA

Akibat Tambang Pasir di Takalar, Sudah Dua Minggu Nelayan Tak Melaut

Editor: Fathul Khair Akmal
Akibat Tambang Pasir di Takalar, Sudah Dua Minggu Nelayan Tak Melaut
konferensi pers Aliansi Gerakan Rakyat Tolak Tambang Pasir Laut Takalar (GERTAK), di kantor LBH Makassar, Selasa (18/7/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penolakan terhadap pembangunan tambang pasir di wilayah Galesong Raya, Sanrobone, dan Tanakeke, terus mendapat penolakan dari warga.

Alasannya, dengan adanya tambang pasir itu, dianggap sangat merugikan warga. Terlebih, bagi warga yang setiap harinya berprofesi sebagai nelayan.

Untuk saat ini saja, sudah dua minggu lebih, warga di daerah itu tidak lagi melaut. Salah satu warga, Nurlinda Dg Taco, perwakilan mengatakan, nelayan-nelayan yang ada di Tanah Keke terpaksa harus memarkirkan kapal tangkapan ikannya.

"Nelayan mengalami kerugian. Modal melautnya semalam sekitar 300-500 ribu sedangkan penghasilannya hanya sekitar 60 ribu," katanya dalam konferensi pers Aliansi Gerakan Rakyat Tolak Tambang Pasir Laut Takalar (GERTAK), di kantor LBH Makassar, Selasa (18/7/2017).

Sementara itu, Haji Mone tokoh masyarakat setempat, pertambangan tersebut merugikan nelayan yang ada di sekitar daerah penambangan.

"Saya juga tidak ingin melihat warga menjadi korban karena menentang penambangan ini," tegasnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, perwakilan dari FIK KSM Takalar, WALHI Sulsel, ACC, FIK Ornop, LBH Makassar, Blue Forest, dan perwakilan nelayan Takalar yang tergabung dalam FORMASI NEGARA.

Hasil konferensi pers ini, akan dilanjutkan dengan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Takalar, Rabu 19 Juli, besok. (Himawan)

Tags
takalar