18 July 2017 11:41 WITA

Calon Panwaslu Sidrap Terpaksa Harus ke Makassar Tes Kejiwaan

Editor: Fathul Khair Akmal
Calon Panwaslu Sidrap Terpaksa Harus ke Makassar Tes Kejiwaan

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Sebanyak 12 calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sidrap yang lulus dalam ujian tertulis, kebingungan melakukan test kejiwaan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya, yakni test wawancara.

Pasalnya, untuk bisa ikut dalam tahapan penyelesian yang akan digelar pada Kamis, 20 Juli 2017 di Hotel Kenari, Jalan Jenderal Sudirman, Parepare ini, para calon diwajibkan menyerahkan hasil pemeriksaan jasmani dan rohani (kejiwaan) dari rumah sakit pemerintah.

Namun, karena keterbatasan peralatan test kejiwaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo Sidrap, para calon anggota Panwaslu di daerah ini terpaksa harus ke daerah lain seperti Kota Makassar atau ke Kabupaten Soppeng untuk mendapatkan hasil pemeriksaan jasmani dan rohani.

"Saya sudah cek ke Rumah Sakit Nene Mallomo Sidrap, tapi peralatan di sana belum lengkap untuk tes kejiwaan. Makanya, terpaksa saya ke rumah sakit Soppeng untuk melakukan test kejiwaan," ujar salah seorang calon anggota Panwaslu Sidrap, Asmawati, Selasa (18/7/2017).

Rumah Sakit Umum Daerah Nene Mallomo Sidrap

Hal yang sama juga disampaikan calon lainnya. "Saya ke Kota Makassar untuk test (kejiwaan) di sana. Beberapa teman juga terpaksa test di luar Sidrap," kata calon anggota Panwaslu Sidrap ini tanpa menyebutkan namanya kepada Rakyatku.com.

Dia berharap, ke depan, pihak RSUD Nene Mallomo Sidrap bisa melengkapi fasilitas pemeriksaan jasmani dan rohani, supaya masyarakat di daerah ini yang ingin melakukan test kejiwaan tidak perlu lagi keluar kabupaten.

Diketahui, pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah merilis nama-nama calon anggota Panwaslu 24 kabupaten/kota yang lulus dalam ujian tertulis belum lama ini masing-masing 12 orang setiap daerah.

Ke 12 nama yang lulus ujian tertulis tersebut, kembali akan mengikuti test wawancara di masing-masing zona untuk dikerucutkan menjadi 6 nama. Selanjutnya akan dipilih 3 di antaranya menjadi anggota Panwaslu.