18 July 2017 10:11 WITA

Kejar Ketertinggalan, Indonesia Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kejar Ketertinggalan, Indonesia Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur

RAKYATKU.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintahan saat ini tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia. 

"Untuk memenangkan persaingan global saat ini, menurutnya, hanya akan diraih oleh negara yang telah siap, termasuk ketersediaan infrastruktur pendukungnya," ujar dia, dikutip dari situs resmi KemenPUPR.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara Seminar Japan Global Exchange Forum for Housing, Building and Urban Development sekaligus pertemuan bisnis dengan para pengusaha Jepang khususnya bidang infrastruktur di Tokyo, akhir pekan lalu.

Selain dihadiri para pengusaha, juga hadir Hiroto Izumi yang menjabat Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang, Shigeru Kiyama, Penasehat Khusus Kabinet, Yoshiyuki Aoki Deputi MLIT (Ministry Land, Infrastructure, Transport and Tourism), dan Ryu Yano, Ketua Japan Global Exchange Forum for Housing, Building and Urban Development. Turut hadir Dubes Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif.

Dalam periode 2015-2019, anggaran yang dibutuhkan Kementerian PUPR sebesar Rp931 triliun yang tidak dapat dipenuhi seluruhnya melalui APBN. Anggaran tersebut untuk diantaranya pembangunan 65 bendungan, dimana 45 bendungan baru, 1.000 km jalan tol, mendukung program 100-0-100 untuk air bersih, penataan kumuh dan sanitasi serta program satu juta rumah.

Sementara itu Arifin Tasrif mengatakan Indonesia mengenal Jepang sebagai negara yang mempunyai keunggulan dalam membangun infrastruktur dengan teknologi dan kualitas yang tinggi. Oleh karenanya Ia mengundang para pengusaha Jepang untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia. 

Kunjungan Menteri Basuki ini membawa pesan-pesan yang kuat mengenai prospek pengembangan proyek infrastruktur yang akan direalisasikan bersama.