18 July 2017 09:46 WITA

Komunikasi Keluarga Tangkal Penyalahgunaan Narkoba

Editor: Adil Patawai Anar

 Peran keluarga sangat krusial dalam menangkal peyalahgunaan narkoba. Keluarga
menjadi benteng pertama terhadap segala tindakan kriminalitas, termasuk penyalahgunaan
narkoba. Antar sesama keluarga diharapkan mampu membina korelasi komunikasi yg baik
antar anggota keluarganya. 

Hal itu bisa dilakukan dengan cara menimbulkan adanya rasa kasih sayang, saling memiliki, melindungi, memperhatikan, mendukung, percaya dan bebas mengemukakan pendapat serta keterbukaan antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lainnya.

Khususnya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, kiranya masing- masing anggota keluarga seperti Ayah, Ibu dan Anak yang bertempat tinggal sama, wajib diberi informasi mengenai segala sesuatu perihal narkoba. Misalnya, apa itu narkoba, bagaimana mendapatkannya, bahaya narkoba dan lain-lain. 

Guna mencegah anggota keluarga kita terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, setiap anggota famili, terutama ke 2 orang tua harus mengenali gejala-gejala atau tanda-tanda terdapat pada diri orang yang penyalahgunaan narkoba.

Hal ini dimaksudkan agar kedua orang tua dapat mengawasi dan dapat mengetahui sejak dini perubahan sikap anak yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba. Pada zaman sekarang ini, komunikasi dalam keluarga berubah polanya. Komunikasi di dalam keluarga berbeda bentuk baik itu dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Terdapat sesuatu yang hilang, misalnya dalam hal rutinitas berkumpul antara seluruh anggota keluarga. Dampak dari perubahan ini mengakibatkan komunikasi antar anggota keluarga intensitas dan kualitasnya semakin berkurang.

Lancarnya komunikasi diantara keluarga, contohnya dengan terbiasa berkumpul pada saat makan, baik makan pagi, siang maupun makan malam. Pada saat itu seluruh anggota keluarga dapat berkumpul serta dapat saling berbagi cerita tentang aktivitasnya masing-masing. Berkumpul untuk bercengkerama atau menonton televisi bersama.

Dampak positif dari berkumpulnya seluruh anggota keluarga secara rutin adalah orang tua bisa mengikuti apa yang ditonton anak-anaknya dan memberi penjelasan perihal hal-hal yg ditayangkan serta dapat memberikan arahan, wejangan untuk bekal anak dalam menghadapi pergaulan di dunia luar.

Pada zaman dahulu, saat  smartphone belum merebak seperti jamur sekarang ini, setiap tempat tinggal hanya memiliki satu telepon. Cara ini memudahkan orang tua memonitor telepon yang masuk maupun ke luar asal masing-masing anggota famili.

Seiring berubahnya zaman, pada saat berkumpul dengan keluarga, misalnya pada saat menonton televisi bersama, maka banyak anggota keluarga yang sibuk dengan hapenya masing-masing.

Entah itu bermain game, sibuk dengan dunia media sosial atau pun yang lainnya. Selain itu, waktu untuk berkumpul dengan anggota keluarga pun sangat kurang. Hal ini disebabkan banyak sekali faktor, diantaranya adalah karena pekerjaan di kantor, adanya les ataupun kegiatan lain di sekolah, kemacetan lalu lintas, kesibukan sosial pada luar tempat kerja dan sebagainya.

Kondisi ini akhirnya mengakibatkan kesempatan buat berkumpul bagi keluarga sangat berkurang. Keadaan itu diperparah dengan adanya televisi pada masing-masing kamar dalam rumah. Mereka masing-masing tenggelam dengan acara kesukaannya, baik itu channel TV, video, DVD. Belum lagi, kini ini kehadiran teknologi komunikasi seperti penggunaan smartphone sudah ikut mendorong semua anggota keluarga sibuk dengan kegiatan online seperti media sosial dan browsing, walaupun mereka duduk berdekatan.

Begitu sibuknya penggunaan ponsel tadi, akhirnya diantara mereka pun hampir tidak berkomunikasi secara langsung. Berkaitan dengan itu, orangtua harus berupaya menggunakan waktu yang ada untuk menjalin komunikasi dengan anak-anaknya sebaik mungkin.

Hal ini dilakukan agar oleh buah hati tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, kehidupan bebas, dan lain-lain. Oleh sebab itu, sebaiknya para orangtua menyampaikan info kepada anak-anak perihal bahaya penyalahgunaan narkoba, kehidupan bebas dan lain lain. 
Isu itu, perlu disampaikan secara lugas dan komunikatif dengan anggota keluarga yaitu anak agar anak bisa menyerap dan memahami dengan mudah apa yang disampaikan sehingga dapat melaksanakan dengan baik apa yang sudah disampaikan.

Selain melakukan komunikasi yang baik dengan anak, para orang tua juga dituntut untuk mengetahui serta mengenal teman- temannya sepermainannya serta kegiatannya, agar para orang tua dapat lebih mudah untuk melakukan pengawasan.

Perlu kesiapan dari seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi narkoba. Perang terhadap narkoba bukan berarti harus menyingkirkan dan menjauhi korban narkoba. Namun, para korban narkoba harus kita rangkul dan diberi pengertian dan nasehat tentang bahaya
narkoba.

Hal ini dimaksudkan agar para korban narkoba tidak merasa diasingkan dari pergaulan dan agar mereka merasa bahwa masih ada orang yang menyayangi dan mencintai mereka. Hal itu perlu dilakukan agar korban dari penyalahgunaan narkoba bisa sembuh dari ketergantungan.

Agar Indonesia menjadi negara yang bebas dari peredaran ilegal narkoba, pemerintah juga perlu mengambil kebijakan-kebijakan seperti mengurangi pengangguran, kemiskinan. Sebab banyak pengangguran serta kemiskinan bisa mengakibatkan orang akan lebih praktis terjerat menjadi pengedar narkoba.

Selain itu warga juga perlu menjaga lingkungan keluarga, lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan tempat bermain supaya tidak dijadikan menjadi tempat peredaran narkoba. Tidak kalah penting lagi perlu ditegakan aturan secara tegas terhadap pengedar serta importir narkoba. Selain itu perlu menindak tegas pejabat yg bekerja sama dengan pengedar narkoba.

By nafarin SSTP on 8/11/2016
Semoga Bermamfaat Bagi Kita Semua
Sumber Google