18 July 2017 09:06 WITA

UEA Dituduh Retas Situs Pemerintah Qatar

Editor: Andi Chaerul Fadli
UEA Dituduh Retas Situs Pemerintah Qatar

RAKYATKU.COM - Pemerintah Qatar mengatakan ada dugaan peretasan situs web pemerintah oleh Uni Emirat Arab (UEA). Hal itu dianggap sebagai merupakan pelanggaran hukum internasional.

Mata-mata Amerika Serikat (AS) menuduh UEA menginfiltrasi situs tersebut untuk menanamkan berita palsu dan memprovokasi salah satu perpecahan diplomatik terburuk dalam sejarah Timur Tengah baru-baru ini.

Qatar telah dikucilkan oleh negara-negara tetangganya sejak laporan mengungkapkan emirnya membuat komentar memuji Hamas dan menyebut Iran sebagai kekuatan Islam.

Larangan tersebut telah menghapus miliaran nilai saham, memisahkan keluarga, dan menimbulkan keraguan tentang solidaritas Arab dalam perang melawan Negara Islam (ISIS).

Namun, badan intelijen AS mengklaim bahwa kutipan tersebut palsu dan sengaja dibuat dalam sebuah peretasan. Peretasan itu sendiri dinilai disponsori negara yang diperintahkan UEA untuk menimbulkan kemarahan terhadap Qatar.

The Washington Post melaporkan bahwa intelijen mengungkapkan bahwa pemerintah UEA bertemu untuk membahas plot hacking dan pelaksanaannya pada tanggal 23 Mei.

Keesokan harinya Presiden Trump, dalam sebuah perjalanan ke Arab Saudi, mengadakan pertemuan kontra-terorisme dengan para pemimpin negara-negara Teluk Arab, dan tak lama setelah pertemuan tersebut, operasi hacking tersebut diduga dilakukan.

Qatar mengatakan pihaknya meyakini laporan Washington Post, dengan mengatakan bahwa "secara tegas membuktikan bahwa kejahatan hacking ini terjadi".

Tidak jelas apakah badan intelijen pemerintah UEA melakukan hack atau menyewa kontraktor untuk melakukannya.

Pemerintah Teluk telah, misalnya, membayar miliaran dalam kontrak pengawasan yang menguntungkan dengan perusahaan keamanan Barat untuk memata-matai rakyat mereka sendiri.

Kantor berita dan saluran yang memiliki hubungan dekat dengan UEA, pemerintah Saudi dan Mesir melaporkan komentar yang dikutip emir dengan kecepatan mengejutkan segera setelah dugaan hack terjadi.

Mata-mata AS sekarang percaya komentar tersebut telah dibuat dan ditanam di situs pemerintah Qatar.

Laporan tersebut membuat wilayah tersebut menjadi pusaran diplomatik yang terus merusak hubungan di wilayah tersebut.

Qatar telah mengalami blokade diplomatik dan ekonomi yang menurut pemerintah AS dapat membahayakan upaya AS melawan apa yang disebut Negara Islam.

Tags
Qatar