Senin, 17 Juli 2017 21:42 WITA

Unismuh Makassar Kembali Memanas, UKM Talas Diserang

Editor: Almaliki
Unismuh Makassar Kembali Memanas, UKM Talas Diserang
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dua kubu mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memanas lantaran penyerangan yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Fakuktas Teknik (FT), kepada mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Talas, Senin (17/7/2017) sore.

Penyerangan tersebut dibeberkan Ketua UKM Talas, Sainal. Ia menyebut penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang mahasiswa Fakultas Teknik dilakukan sebelum Magrib.

"Tadi sebelum Magrib, tiba-tiba dari Teknik datang, hambur tempat duduk di depan sekret UKM Talas," ungkap Sainal.

Ia menyebut, saat didatangi oleh mahasiswa Fakultas Teknik, mahasiswa dari UKM Talas sementara membincangkan soalan kegiatan organisasi. Beruntung dalam penyerangan tersebut, tidak ada korban.

Meski begitu, Sainal menyebut, saat menyerang ada di antara mahasiswa Fakultas Teknik yang membawa linggis besi.

"Tidak ada yang luka, hanya tempat duduk yang dihamburkan. Karena pada saat mereka datang, anak-anak sementara duduk-duduk. Tidak ada yang bawa senjata, tapi ada yang bawa linggis," tambah Sainal. 

Terkait penyerangan tersebut, hingga saat ini, Sainal mengaku tidak mengetahui penyebabnya. Sementara itu, salah satu sekuriti Unismuh yang dikonfirmasi terkait insiden itu, juga membenarkan.

"Saya baru masuk piket gantian dengan yang jaga tadi siang, tapi memang ada infonya seperti itu. Katanya ada lagi yang panas-panas," ungkap ia yang enggan dipublikasi namanya.

Sementara Wakil Rektor III Unismuh, Muh Tahir dan Kepala Keamanan Unismuh, Indra yang dikonfirmasi melalui telepon, kompak tidak mengangkat. Sebelumnya, antara UKM Talas dan Fakultes Teknik terlibat clash.

Kejadian tersebut terjadi sebelum bulan Ramadan, bahkan sempat terjadi pembakaran terhadap Sekretariat UKM Talas, yang mengakibatkan Gedung UKM Unismuh Makassar dipasangi garis polisi.

Garis polisi yang mengisolasi PKM Unismuh Makassar dipasang pada 10 Juni 2017, usai terjadi pembakaran di Sekretariat UKM Talas pada 9 Juni malam. Garis polisi tersebut akhirnya dibuka tanggal 7 Juli, setelah kedua kubu dinilai sudah tidak tegang.