17 July 2017 22:27 WITA

Sidrap Akan Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Editor: Almaliki
Sidrap Akan Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak
Awaluddin Ramli

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Belum seminggu Kabupaten Sidrap menerima penghargaan sektor kesehatan berupa penghargaan Pastika Parahita, kabar gembira kembali diterima kabupaten yang diawaki oleh Rusdi Masse itu.

Jika tidak ada halangan, 22 Juli mendatang, Pemkab Sidrap diundang untuk menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) di lokasi Swiss-Bell Hotel Pekanbaru. Sebab Sidrap masuk urutan keempat sebagai penerima KLA untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Bapak Bupati Sidrap sudah diundang untuk menerima penghargaan itu. Ini kabar gembira sebagai buah dari hasil kerja keras yang dilakukan selama ini," ungkap Kepala Bappeda Sidrap yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Sidrap, Muh. Awaluddin Ramli, Senin (17/7/2017).

Menurut Awal, penghargaan yang akan diterima itu merupakan hasil dari program yang dilaksanakan Pemkab Sidrap selama ini.

Dijelaskan, pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sidrap selama ini telah menunjukkan keberpihakan kepada anak, khususnya pada pemenuhan hak anak dan perlindungan anak itu sendiri.

Program yang dijalankan, lanjut mantan Kepala Badan Pemdes Sidrap ini, juga telah melalui proses evaluasi dan verifikasi terhadap 24 indikator yg dilakukan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Lembaga Pemerhati Anak, pada bulan Mei 2017 lalu.

“Dan Alhamdulillah akhirnya Kabupaten Sidrap mendapatkan apresiasi sekaligus penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai Kabupaten Layak Anak 2017. Bahkan Sidrap masuk dalam urutan 4 terbaik dari 24 Kab Kota se-Sulsel,“ jelas Awaluddin.

Mantan Kabag Umum Setda Sidrap ini menambahkan, ada sejumlah indikator yang dievaluasi dan diverifikasi untuk masuk KLA, di antaranya sekolah ramah anak, desa layak anak, kecamatan layak anak, Puskesmas ramah anak, jalur aman sekolah, pelaksanaan Musrenbang anak, penyediaan taman bacaan, penyediaan tempat bermain anak, sosialisasi perlindungan anak kepada orang tua, perlindungan terhadap kekerasan anak, dan beberapa inovasi daerah yang berpihak kepada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Dan Alhamdulillah selama ini, indikator yang dievaluasi itu memang sudah berjalan secara maksimal di Bumi Nene Mallomo ini," tukasnya.