17 July 2017 17:15 WITA

Operasi Mosul Menewaskan 25.000 Militan ISIS

Editor: Suriawati
Operasi Mosul Menewaskan 25.000 Militan ISIS
Orang-orang berjalan melalui lingkungan yang rusak saat matahari terbenam di sisi barat Mosul, Irak pada 11 Juli.

RAKYATKU.COM - Operasi mliter untuk merebut kembali kota Mosul selama sembilan bulan, menewaskan 25.000 gerilyawan Negara Islam (ISIS). 450 di antara mereka adalah pelaku bom bunuh diri.

Rincian tersebut dirilis oleh Kepala Operasi Niniwe dari Komando Operasi Gabungan, Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarallah, dalam sebuah briefing pada akhir pekan.

BACA JUGA: Ini Penembak Jitu yang Jatuhkan ISIS dari Irak

Dilansir dari Daily Sabah, sejak pertempuran untuk merebut kembali Mosul dimulai, 862.000 orang telah mengungsi dari kota tersebut, namun 195.000 orang telah kembali.

Itu berarti 667.000 orang masih mengungsi, hampir semuanya berasal dari Mosul Barat, dan sekarang tinggal di 13 kamp yang didirikan oleh Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) atau dengan keluarga angkat.

Menurut sebuah survei oleh UN Habitat, yang menggunakan citra satelit, lebih dari 5.000 bangunan, atau sekitar sepertiga wilayah dari Kota Tua, rusak atau hancur dalam tiga minggu terakhir pemboman.

Pasukan Irak menaikkan bendera hitam kelompok Negara Islam (IS) di depan Masjid Al-Nuri yang hancur di Kota Tua pada tanggal 30 Juni 2017 (AFP)

Di seberang kota, 10.000 bangunan rusak selama perang, sebagian besar di Mosul Barat, titik serangan udara dan pertempuran paling hebat selama lima bulan terakhir.

BACA JUGA: Alhamdulillah... Irak Umumkan Kemenangan atas ISIS di Mosul

Tentara Irak dan sekutu-sekutunya melancarkan serangan besar-besaran untuk membebaskan kota terbesar kedua Irak dari ISIS pada bulan Oktober 2016.

Kota ini dikuasai oleh ISIS pada bulan Juni 2014. Beberapa minggu kemudian kepala kelompok tersebut, Abu Bakr al-Baghdadi, mengumumkan pembentukan kekhalifahan di Irak dan Suriah dari mimbar Masjid Al-Nouri di Mosul.

Tags
ISIS