Senin, 17 Juli 2017 15:14 WITA

Krisis Rohingya: 80.500 Anak Kelaparan di Myanmar

Editor: Suriawati
Krisis Rohingya: 80.500 Anak Kelaparan di Myanmar
Foto:AFP

RAKYATKU.COM - Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperingatkan bahwa lebih dari 80.000 anak-anak di bawah usia lima tahun di Myanmar Barat terancam mengalami kekurangan gizi akut.

“Diperkirakan 80.500 anak di bawah usia lima tahun membutuhkan pengobatan untuk kekurangan gizi akut selama dua belas bulan ke depan,” kata laporan WFP.

BACA JUGA: Pemimpin Myanmar Bantah Pembersihan Muslim Rohingya

Laporan itu berdasarkan penilaian di desa-desa di negara bagian Rakhine Barat, di mana sekitar 75.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri karena kekerasan.

Mereka yang masih tinggal sekarang menghadapi krisis pangan. Penilaian WFP menemukan bahwa sepertiga rumah mengalami kekurangan pangan ekstrim di Maungdaw, salah satu distrik yang terkena dampak kekerasan. Dalam satu keluarga yang mengalami kekurangan makanan, biasa tidak makan dalam 24 jam.

"Survei tersebut telah mengkonfirmasi memburuknya situasi keamanan pangan di daerah yang sudah sangat rentan menyusul insiden keamanan dan terjadi kekerasan pada akhir 2016," kata laporan WFP.

Krisis Rohingya: 80.500 Anak Kelaparan di MyanmarPenilaian WFP menemukan bahwa di daerah yang terkena dampak kekerasan, hampir setengah pasar tidak berfungsi. 

"Harga pangan sangat fluktuatif, dan pasokan ikan kering yang merupakan sumber protein utama untuk populasi semakin langka," kata laporan tersebut. "Dalam keadaan seperti ini dan dengan musim hujan mendatang yang dapat memperburuk situasi yang sudah rapuh."

Laporan WFP juga memperingatkan bahwa 225.000 orang di Rakine memerlukan bantuan kemanusiaan.

Kekerasan di Rakine memuncak pada bulan Oktober tahun lalu, setelah sekelompok Rohingya menyerang polisi perbatasan. Hal ini memicu pembalasan, di mana pasukan pemerintah menggunakan helikopter untuk menyerang desa-desa.

Namun, pemerintah Myanmar membantah telah melakukan kekerasan di Rakine.

Tags