Senin, 10 Juli 2017 17:45 WITA

Kuota Siswa SMK/SMA di Sulsel Menyisakan 5.046

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Kuota Siswa SMK/SMA di Sulsel Menyisakan 5.046
Syahrul Yasin Limpo.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel telah selesai melaksanakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2017/2018. Siswa baru mulai belajar 17 Juli mendatang. 

Untuk calon siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Sulsel, sebanyak 24.693 yang telah mendaftar. Hanya 23.008 calon siswa SMA yang diterima dan dinyatakan lulus seleksi online dengan menyisakan 1.670 kuota dari 43 sekolah SMA. 

"Jadi 1.670 yang sisa kuota tersebut ada semua yang tersebar pada 24 kabupaten/kota. Besok mulai pendaftaran untuk tahap kedua yang tersisa kuotanya tersebut akan dibuka selama tiga hari," ujar Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, di Kantor Disdik Sulsel, Senin (10/7/2017). 

Khusus di Kota Makassar, tersisa dua sekolah yang masih menyisakan kuota. Diantaranya SMA 19 9 kuota, dan SMA 20 sisa 2 kuota.

"Jadi calon siswa yang ada di Makassar sisa dua sekolah yang masih ada kuotanya, mereka akan saling tindih, untuk perebutkan sekolah tersebut," jelasnya. 

Sementara untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebanyak 13.520 calon siswa yang sudah dinyatakan lulus seleksi online, dan menyisakan 3.376 kuota dari 34 SMK se-Sulsel.

"Jadi jika dijumlah keseluruhan sisa kuota SMK dan SMA, masih ada sisa kuota 5.046. Selama tiga hari ke depan kita akan buka pendaftarannya, calon siswa yang belum lulus bisa kembali mendaftar besoknya," ungkapnya. 

Katanya, jika dalam jangka waktu tiga hari sisa kuota tersebut belum terpenuhi, maka dipastikan tidak ada lagi penerimaan ulang.

loading...

"Kuota yang tidak terpenuhi itu akan dikosongkan saja, karena minggu depan sudah mulai belajar," tegasnya. 

"Tata cara pendaftaran tetap sama yang telah dilakukan kemarin, tidak ada yang berubah mekanismenya. Yang ada jangka waktunya yang kita kasi kesempatan selama tiga hari," sambungnya. 

Menurutnya, permasalahan yang ada pada masyarakat saat ini, karena masyarakat masih selalu mengincar sekolah unggulan. Banyaknya masyarakat yang enggan jika anaknya tidak sekolah di sekolah unggulan karena gengsi.

Namun, jika melihat kenyataan yang ada, banyak orang besar yang lahir dari sekolah non unggulan. Keberhasilan seseorang tidak diukur dari sekolah mana ia belajar.

"Yang menjadi permasalahan sekarang karena banyak orangtua yang ngotot masukan anaknya ke sekolah unggulan," kata gubernur Sulsel dua periode ini.

Ia menambahkan, untuk tahun depan sudah tidak akan ada lagi sekolah di Sulsel yang tidak memakai pendaftaran melalui offline, semua pendaftar siswa baru melalui online. 

"Itu agar semaunya dapat mudah terjangkau," tutupnya.

Loading...
Loading...