Minggu, 02 Juli 2017 15:47 WITA

Surat dari Pembaca

Mudik, Jalan Negara Rasa Jalan Kampung

Editor: Mulyadi Abdillah
Mudik, Jalan Negara Rasa Jalan Kampung
Kondisi jalan poros Sidrap-Wajo.

TERIMA kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan cuti bersama selama 10 hari dalam rangka hari lebaran. Dengan penuh suka cita kami sekeluarga dan mungkin demikian pula halnya dengan masyarakat lainnya menyambut libur lebaran tersebut dengan mudik ke kampung halaman, bertemu saudara dan keluarga besar sebagai rutinitas tahunan. 

Tahun ini kami memilih mudik ke daerah Luwu Raya, tepatnya 50 kilometer dari Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Atas garansi statement gubernur dan kepala badan jalan Sulsel seminggu sebelum lebaran bahwa jalur mudik mulus untuk dilewati, kami berangkat hari Sabtu, 24 Juni 2017. 

Namun apa yang kami temukan sepanjang jalan adalah berbanding terbalik dengan garansi pemerintah. Sepanjang jalan di wilayah Kabupaten Sidrap dan Wajo hancur, lubang bahkan tak beraspal. 

Perjalanan yang biasanya hanya ditempuh selama 8 jam, kini menjadi 11 jam. Wajarlah kiranya jika Sulsel menduduki peringkat ketiga angka lakalantas tertinggi selama libur lebaran tahun ini. 

Bagaimanapun, jalan raya apatah lagi jalan negara atau jalan protokol akan tetap menjadi tolok ukur kemajuan pembangunan suatu daerah. 

Sehingga wajar saja bila dipengujung 2 periode pemerintahan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang), masyarakat berkesimpulan bahwa jalan poros Sulsel kembali ke titik nol, dimana jalan negara terasa seperti jalan kampung. 

Masyarakat butuh jalan raya yang mulus yang dapat mempercepat akses perekonomian masyarakat. Kami butuh realisasi pembangunan khususnya jalan raya. 

Jalan negara sepanjang jalur Sidrap-Wajo menuju Palopo rusak berat, lalu siapa yang harus bertanggung jawab? 

Apakah Bupati Sidrap dan Wajo ataukah ramai-ramai menyalahkan pusat yang sudah pasti takkan mungkin mengetahui tetek bengek jalan negara di Sulsel tanpa kooordinasi dengan pemerintah daerah. Sekali lagi kami butuh perhatian pemerintah!

Wassalam

Annas Ahmad