Selasa, 27 Juni 2017 22:49 WITA

Informasi Terbatas, Warga di Pinrang Baru Lebaran Senin Kemarin

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Informasi Terbatas, Warga di Pinrang Baru Lebaran Senin Kemarin
Suasana salat idul fitri di Makassar, Minggu (25/6/2017) lalu. Warga Dusun Bone di Dusun Bone, Desa Ulusaddang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, baru melaksanakan salat id Senin kemarin. Itu terjadi karena keterlambatan informasi.

RAKYATKU.COM, PINRANG - Malang niang nasib warga Dusun Bone, Desa Ulusaddang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Mereka melangsungkan salat idul fitri, sehari setelah pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah, Minggu (25/6/2017) lalu. 

Dusun berpenduduk ratusan jiwa tersebut, telat mendapat informasi soal jadwal lebaran. Alhasil, warga sekitar baru melangsungkan shalat Ied Senin kemarin (26/6/2017). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Ulusaddang, Asparuddin, saat dijumpai di kediamannya, Selasa (27/6/2017). "Tokoh masyarakat Bone yang informasikan barusan," ucap Asparuddin.

Menurutnya, Desa Bone hingga kini memang belum dialiri arus listrik dari PLN. Di dusun tersebut, aliran listrik didapat dari swadaya warga yang mengandalkan pembangkit listrik bertenaga kincir air, dengan peralatan seadanya. "Di sana sungai juga sedang surut. Jadi air itu tidak kuat untuk buat putaran kincir bekerja maksimal. Apalagi airnya juga tidak deras. Jadi tidak ada aliran listrik yang dihasilkan," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bukan cuma kali ini terjadi hal demikian. Pada lebaran tahun lalu, kata Asparuddin, warga Dusun Bone juga mengalami hal serupa, hanya saja beda kasus.

"Lebaran kemarin justru lebih cepat sehari dibanding umumnya. Jadi sudah dua kali berturut-turut ini warga Bone selalu shalat ied berbeda. Bukan karena beda mazhab, tapi memang tidak dapat info. Listriknya susah, jadi tidak ada akses informasi ke sana," jelasnya.

Di tempat yang sama, warga lainnya, Muh Anmar cukup menyesal tak lagi menggelar lebaran seperti biasanya. "Jadi kita itu puasa 30 hari. Tidak ada juga informasi yang sampai, jadi kita pikir, mungkin memang 30 puasa," akunya.

Untuk itu, dia hanya berharap, ada pihak yang perhatian atas kejadian ini. Setidaknya, sambung Anmar, membantu mengkoordinasikan kepada pemerintah daerah, agar Dusun Bone juga bisa menikmati aliran listrik, seperti dusun lainnya di Desa Ulusaddang.

"Padahal itu kita dulu satu desa dengan Desa Bakaru. Dan di Bakaru itu ada PLTA yang bisa aliri listrik sampai di Makassar. Masak yang jauh bisa dapat listrik, sementara kita yang dekat ini susah dapat listrik? Dari dulu begitu," terangnya.

"Mudah-mudahan saja ada betul yang perhatian atas kejadian ini. Karena ini kita mau ibadah. Tidak baik juga kalau tidak sama dengan yang lain. Padahal kita itu sama saja dengan agama Islam seperti lainnya," lanjutnya.

Ia menjelaskan, untuk sampai ke Dusun Bone, ada dua jalur transportasi yang bisa ditempuh. Pertama, jalur transportasi air. "Naik perahu katinting orang baru bisa sampai, karena sungai Saddang," ucapnya.

Sementara, untuk jalur darat tidak begitu memungkinkan. "Karena jalanan di sana kurang baik. Jarang sekali orang mau naik motor dari Dusun Bone ke pusat desa (Dusun Salimbongan). Jadi banyak orang ke sana lebih pilih naik perahu. Itu pun kalau ada," pungkasnya.