Selasa, 20 Juni 2017 16:30 WITA

Diancam Rusia, Australia Tangguhkan Operasi Udara di Suriah

Editor: Suriawati
Diancam Rusia, Australia Tangguhkan Operasi Udara di Suriah
Dua jet tempur RAAF F/A-18F Super Hornets terbang di atas Irak (Foto: Departemen Pertahanan Australia)

RAKYATKU.COM - Australia telah menangguhkan misi udara di Suriah setelah Rusia mengancam akan menargetkan semua pesawat koalisi pimpinan AS yang terbang ke barat sungai Efrat.

"Sebagai tindakan pencegahan, operasi udara Pasukan Pertahanan Australia (ADF) di Suriah untuk sementara dihentikan," kata Departemen Pertahanan dalam sebuah pernyataan pada ABC Australia.

"Personel Angkatan Udara Australia memantau secara ketat situasi udara di Suriah dan keputusan mengenai dimulainya kembali operasi udara ADF di Suriah akan ditentukan selanjutnya," kata pernyataan tersebut.

BACA JUGA:

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan akan menargetkan pesawat jenis apapun dari koalisi pimpinan AS, setelah jet tempur AS menembak jatuh pesawat Suriah pada hari Minggu.

"Semua jenis kendaraan udara, termasuk pesawat terbang dan UAV [pesawat tak berawak] koalisi internasional, yang terdeteksi di sebelah barat sungai Efrat akan dilacak oleh sistem SAM Rusia sebagai target udara," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam sebuah pernyataan, dikutip The Guardian.

Koalisi pimpinan AS terdiri dari sepuluh negara yaitu Amerika, Inggris, Perancis, Australia, Jerman, Kanada, Turki, Italia, Polandia dan Denmark. Aliansi ini berkomitmen untuk membantu Irak dan Kurdi untuk mengusir kelompok militan Negara Islam (ISIS).