Senin, 19 Juni 2017 13:38 WITA

Saudi Tolak Tawaran Turki untuk Bangun Pangkalan Militer

Editor: Suriawati
Saudi Tolak Tawaran Turki untuk Bangun Pangkalan Militer
Jet tempur F-16 Turki

RAKYATKU.COM - Arab Saudi menolak tawaran dari Turki untuk membangun sebuah pangkalan militer di kerajaan tersebut.

Kantor berita resmi SPA melaporkan bahwa Saudi tidak akan menyambut pangkalan militer Turki, seperti yang ada di Qatar, karena kemampuan angkatan bersenjata dan militernya sudah berada pada tingkat terbaik.

"Arab Saudi tidak dapat membiarkan Turki mendirikan pangkalan militer di wilayahnya," kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

BACA JUGA: Kapal Perang AS Tiba di Qatar untuk Latihan Militer

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada media Portugis bahwa dia telah menawarkan untuk membangun sebuah pangkalan militer di Arab Saudi sesaat setelah fasilitas Turki di Qatar mulai dibangun pada tahun 2014.

"Saya mengajukan tawaran yang sama kepada Raja Salman ... dan mengatakan bahwa jika sesuai, kami juga bisa mendirikan sebuah basis di Arab Saudi. Mereka mengatakan mereka akan mempertimbangkannya, tapi sejak hari itu tidak ada pembahasan lagi," katanya.

Pekan lalu, parlemen Turki meloloskan sebuah undang-undang yang memungkinkan pengerahan pasukan ke pangkalan militer di Qatar.

Saudi Tolak Tawaran Turki untuk Bangun Pangkalan MiliterPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Turki telah memimpin upaya untuk meredakan ketegangan diplomatik di Teluk setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni, karena menuduhnya mendukung terorisme.

Pada hari Sabtu (17/06) Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menekankan perlunya menyelesaikan krisis sesegera mungkin dan mendesak negara-negara yang menuduh Qatar mendukung "terorisme" untuk memberikan bukti.

BACA JUGA: Arab Saudi Buat Daftar Keluhan untuk Qatar

"Qatar ingin melihat itu, Kuwait, yang menengahi, menginginkan itu dan kami juga," katanya dalam sebuah pernyataan setelah mengadakan pembicaraan di Arab Saudi dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada hari Jumat.

Cavusoglu mengatakan bahwa sampai saat ini, mereka yang melemparkan tuduhan terhadap Doha belum menyerahkan dokumen atau bukti kepada siapapun.