Senin, 19 Juni 2017 01:30 WITA

NasDem dan PKS Tak Mau 'Cerai' di Pilkada 2018

Editor: Fathul Khair Akmal
NasDem dan PKS Tak Mau 'Cerai' di Pilkada 2018
Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (kanan) dan Ketua DPW PKS Sulsel Mallarangan Tutu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) berharap, partainya dan PKS dapat sejalan dalam Pilkada serentak tahap ketiga, di 12 Pilkada kabupaten/kota 2018 di Sulsel. 

Menurutnya, NasDem dan PKS Sulsel sudah sehati. Sejumlah elit NasDem dan PKS di tingkat provinsi, telah membicarakan hal itu. Sehingga menurut RMS, peluang kedua partai ini untuk berkoalisi sangat terbuka lebar.

"Kita berkomunikasi terus. Kira-kira yang mana berpotensi untuk kita paketkan. Itu yang kita bicarakan," ucap RMS.

Namun kata dia, kesepakatan koalisi tersebut tidak melulu mesti menyodorkan kader PKS dan NasDem untuk berpasangan. "Seperti di Pinrang (NasDem usung non kader, Abdul Latif) kan tidak mungkin kader NasDem. Namun memungkinkan kita gandeng PKS untuk koalisi. Ddengan menyodorkan kader juga, atau sebatas ikut mengusung pasangan," jelas Bupati Sidrap dua periode ini.

NasDem dan PKS Tak Mau 'Cerai' di Pilkada 2018Begitu pun di Pilwalkot Palopo. NasDem mengusung kadernya, Judas Amir. Namun, bukan berarti PKS akan ikut berkoalisi jika menggandeng kadernya. "Tapi sejatinya, kita harap bisa sama-sama PKS di Pilkada serentak 2018 nanti," tuturnya.

Sementara itu, Bendahara DPW PKS Sulsel, Ariyadi Arsal membenarkan hal tersebut. Katanya, koalisi PKS-NasDem cukup memungkinkan di Pilkada Serentak 2018. "Kita sudah bicara dan simulasinya itu ada 11 daerah yang cukup berpotensi," tuturnya.

Sayangnya, Ariyadi tak merinci daerah yang dimaksudkan. Ia juga enggan berspekulasi sebab belum ada keputusan resminya dari partai.

Diketahui, hubungan politik PKS-NasDem lagi mesra-mesranya pasca Pilkada Takalar 2017 lalu. Koalisi parpol tersebut, mengusung Syamsari Kitta-Achmad Dg Se're mampu menumbangkan pasangan kuat, Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim yang diusung 9 parpol.