Jumat, 09 Juni 2017 11:28 WITA

Banjir Wette'e Sidrap Meningkat, Warga Enggan Mengungsi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Banjir Wette'e Sidrap Meningkat, Warga Enggan Mengungsi

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Luapan air Danau Sidenreng yang merendam pemukiman penduduk di Kelurahan Wette'e, Kecamatan Pancalautang, Kabupaten Sidrap kian bertambah, Jumat (9/6/2017).

Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Sidrap, Laenggeng Kote mengatakan luapan Danau Sidenreng terjadi karena adanya banjir kiriman dari Danau Tempe dan Sungai Walanae.

"Jadi, meski curah hujan di Sidrap mulai menurun, namun banjir di Wette'e tetap terus meninggi. Itu karena posisi elevasi Danau Sidenreng berada di tingkat rendah ketimbang Danau Tempe, sehingga ketika terjadi banjir luapan air semua mengarah ke Danau Sidenreng," kata Laenggeng.

Meski banjir kian tinggi dan belum ada tanda-tanda kapan akan surut, warga di Kelurahan Wette'e tetap bertahan di rumah masing-masing. "Ketinggian air saat ini di Wette'e sudah mencapai anak tangga tertinggi rumah panggung penduduk," jelasnya.

Banjir Wette'e Sidrap Meningkat, Warga Enggan MengungsiMenurut Laenggeng, masyarakat Wette'e enggan dievakuasi untuk menghindari banjir yang melanda sejak Kamis, 1 Juni 2017 lalu ini, dikarenakan warga menganggap peristiwa tersebut sudah tidak asing lagi di kehidupan penduduk di kawasan ini.

"Bahkan, pernah suatu waktu banjir menenggelamkan rumah penduduk hingga atapnya saja yang kelihatan. Daerah ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Masyarakat di sini justru menganggapnya sebagai berkah karena hasil tanggapan ikan nelayan bertambah saat banjir melanda," pungkas Laenggeng.