Selasa, 17 Mei 2016 11:00 WITA

Kasus Penganiayaan Anak di Bantaeng, Ini Jawaban Kapolres

Penulis: Arisman
Editor: Almaliki
Kasus Penganiayaan Anak di Bantaeng, Ini Jawaban Kapolres

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Kapolres Bantaeng, AKBP Kurniawan Affandi meluruskan tentang penanganan kasus penganiayaan terhadap Tiara (15) yang dilakukan oleh Guru SMPN 1 Bantaeng, Nurmayani (48) yang saat ini diterungku di Rutan Kelas II Bantaeng.

Dari AKBP Kurniawan, dijelasilah kronologinya yakni penganiayaan yang dilakukan oleh gurunya sendiri terhadap anak muridnya pada 15 Agustus 2015 lalu. Setelahnya, orangtua Tiara lalu melapor ke Ka SPK Polres Bantaeng.

Dari itu, Penyidik PPA tidak langsung melalukan upaya hukum tetapi melakukan upaya mediasi dengan melibatkan pihak PGRI Bantaeng, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bantaeng.

Meski begitu, orangtua Tiara enggan menerima peyelesaian masalah dari PPA. Malah, tetap meminta kepada penyidik untuk ditindaklanjuti ke proses hukum. Walhasil, penyidik tetap kukuh memediasi namun hasilnya nihil pada orangtua Tiara.

"Waktu terus berjalan karena kasus ini sudah berjalan tujuh bulan dan terlapor tidak ada juga upaya untuk melakulan usaha pendekatan untuk minta maaf. Maka penyidik melakukan proses hukum karena korban datang terus ke penyidik menanyakan perkembangan penanganan kasusnya," kata AKBP Kurniawan

Setelah itu, pada Februari 2016 Penyidik PPA memproses hukum kasus tersebut tanpa dilakukan penahanan. "Karena ini sudah menjadi kewajiban penyidik untuk menindaklanjuti semua laporan masyarakat," lanjut AKBP Kurniawan.

loading...

Kemudian pada 13 Mei, Penyidik PPA menahan tersangka ke JPU dan pada hari itu JPU Bantaeng langsung menahan tersangka pemukulan Tiara.

"Saya sampaikan bahwa Polres Bantaeng tidak pernah menahan guru tersebut, jadi informasi yg tersebar di medsos bahwa Polres Bantaeng melakukan penahanan itu salah," ucap AKBP Kurniawan Afandi

Dari simpang-siurnya informasi yang beredar di media sosial tentang kasus guru dan muridnya, Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Ramli menjelaskan dalam penyelidikan dan penyidikan dan dari hasil keterangan, Tiara mengaku sewaktu dipanggil keruangan BK, gurunya mencubit paha kirinya, paha kanannya, pipi kiri.

"Bagian dada juga dipukul sehingga bengkak dan luka memar," kata AKP Ramli.

Adapun Nurmayani (48) melanggar Undang-undang RI No.35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang Perlidungan Anak pada Pasal 80 ayat (1) dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun 6 bulan dengan denda paling banyak 72 juta rupiah.

Loading...
Loading...