21 May 2017 14:59 WITA

Cina Bunuh dan Penjarakan Belasan Informan CIA

Editor: Suriawati
Cina Bunuh dan Penjarakan Belasan Informan CIA
Seorang petugas keamanan berjaga-jaga di dekat Great Hall of the People di Beijing, China , 16 Maret 2016. (REUTERS / Damir Sagolj)

RAKYATKU.COM - Sebuah laporan dari New York Times mengklaim bahwa Cina telah membunuh atau memenjarakan 18 sampai 20 informan CIA sejak 2010 hingga 2012.

Dalam laporan yang diterbitkan hari Sabtu (20/05),  New York Times mengutip pejabat CIA yang mengatakan bahwa penyidik telah mempelajari apakah ada mata-mata di dalam organisasi yang mengkhianati informannya, atau apakah Cina telah meretas sistem komunikasi rahasia CIA.

Menurut laporan, dalam waktu dua tahun, Cina membunuh setidaknya 12 orang yang memberikan informasi kepada CIA. Satu ditembak dan tewas di depan sebuah gedung pemerintah di Cina. Menurut laporan, hal itu dirancang untuk mengirim pesan kepada orang lain agar tidak bekerja sama dengan Washington.

Langkah keras Cina tersebut dimulai pada tahun 2010, ketika agen mata-mata Amerika mendapatkan informasi berkualitas tinggi tentang pemerintah Cina, dari sumber-sumber yang kecewa dengan pemerintah Beijing.

Karena semakin banyak informan yang tewas, FBI dan CIA akhirnya memulai penyelidikan bersama atas pelanggaran tersebut, dan memeriksa semua operasi yang dijalankan di Beijing dan setiap karyawan Kedutaan Besar AS di sana.

Investigasi tersebut pada akhirnya mengerucut pada seorang mantan agen CIA, namun tidak ada cukup bukti untuk menangkapnya.

Beberapa penyidik juga percaya bahwa orang-orang Cina telah meretas sistem komunikasi rahasia CIA. Yang lainnya berpikir bahwa pelanggaran tersebut merupakan hasil dari pekerjaan mata-mata ceroboh, dengan melakukan perjalanan dengan rute yang sama ke titik pertemuan yang sama atau bertemu sumber di restoran, di mana banyak orang yang bisa mendengar mereka.

Pada tahun 2013, intelijen AS menyimpulkan bahwa kemampuan Cina untuk mengidentifikasi CIA telah dibatasi, dan CIA telah berusaha membangun kembali jaringan mata-mata di sana, menurut New York Times.

Tags
Cina