Senin, 16 Mei 2016 17:54 WITA

Abu Sayyaf Ancam Penggal Sandera Jika Tebusan Tidak Dibayar Hingga 13 Juni

Editor: Suriawati
Abu Sayyaf Ancam Penggal Sandera Jika Tebusan Tidak Dibayar Hingga 13 Juni
INT

RAKYATKU.COM - Kelompok Abu Sayyaf yang bulan lalu memenggal kepala seorang pria Kanada mengancam akan membunuh sandera Barat lain jika tebutas jutaan dolar tidak dibayar dalam waktu empat minggu.

Sebuah video yang dirilis oleh kelompok ekstrimis ini menunjukkan warga Kanada, Robert Hall dan warga Norwegia, Kjartan Sekkingstad mengenakan kemeja oranye dalam hutan, dikelilingi oleh orang-orang bersenjata.

Para sandera mengatakan penculik mereka telah mengancam akan membunuh setidaknya salah satu dari mereka jika tidak ada tebusan yang diterima hingga 13 Juni.

Dilansir dari AFP, Abu Sayyaf menuntut 600 juta peso (Rp170 miliar).

(Baca juga: Astaga! Begini Kelakuan Abu Sayyaf Terhadap Sandera Asal WNI)

Pada bulan April, kelompok ini membunuh warga Kanada, John Ridsdel setelah batas waktu tebusan habis.

Ridsdel, Hall, Sekkingstad, dan seorang warga Filipina diculik pada tahun 2015 dari sebuah resor di pulau Samal, ratusan kilometer dari benteng Abu Sayyaf.

Loading...

Kelompok ini telah disalahkan atas serangan teror terburuk dalam sejarah Filipina.

Meskipun para pemimpinnya telah berjanji setia kepada kelompok Negara Islam, analis mengatakan mereka lebih berfokus pada penculikan dan meminta sejumlag uang tebusan dari pada menjalankan sebuah kekhalifahan.

Kelompok ini diyakini memiliki hanya beberapa ratus gerilyawan tapi telah bertahan dalam serangan militer yang didukung AS. Mereka hidup di pegunungan, dan hutan.

Abu Sayyaf juga diyakini menahan empat warga Malaysia, pengamat burung Belanda dan empat orang Filipina, yang disandera dari tempat terpisah.

Sebelumnya, 14 warga negara Indonesi juga diculik kelompok ini. Tapi mereka semua telah dibebaskan. Pertama tama Abu Sayyaf membebaskan 10 orang, kemudian merilis 4 orang lainnya beberapa hari yang lalu.
 

Loading...
Loading...