Jumat, 28 April 2017 05:00 WITA

Mensos Khofifah Paparkan Target Pengentasan Kemiskinan di 2018

Penulis: Azwar Basir
Editor: Andi Chaerul Fadli
Mensos Khofifah Paparkan Target Pengentasan Kemiskinan di 2018

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan target pembangunan tahun 2018 menetapkan tingkat kemiskinan berada sekira 9-10 persen dan tingkat pengangguran terbuka 5,3-5,5 persen pada rasio gini 0.38. Target ditetapkan mengacu kepada jumlah penduduk miskin sesuai survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2016 sekitar 27,8 juta jiwa. 

"Saya optimistis target tersebut bisa terpenuhi asalkan sinergi lintas sektoral ini mampu berjalan dengan baik. Bismillah," kata dia, Kamis (27/4/2017).

Khofifah juga meminta dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengoordinasi pelaksanaan PKH di daerah masing-masing dan juga mensinergikan PKH dengan program bansos lainnya di daerah. 

Hal ini menurutnya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) pada 26 April 2017. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan perencanaan pembangunan harus fokus dan berprioritas. 

Kebiasaan yang selama ini menjadi masalah di lapangan menurut Presiden ialah tidak adanya prioritas program yang ditetapkan. Pemerintahan pusat hingga ke daerah cenderung berlomba-lomba untuk memperbanyak program yang pada akhirnya akan mempersulit diri sendiri dan sering kali menjadi terbengkalai.

"Jadi antara kebijakan pusat dan daerah harus nyambung dan padu sehingga upaya pengentasan kemiskinan dapat lebih cepat dan terukur," terangnya. 

loading...

Khofifah menambahkan, PKH memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap pengudangan kemiskinan. Dengan perluasan 3,5 juta KPM ke 6 juta KPM pada akhir 2016 PKH mengurangi kemiskinan 0,8% dan menurunkan kemiskinan 10,7% pada September 2016 menjadi 9,9%. 

Karenanya, lanjut Khofifah, apabila pola integrasi bansos dilakukan maka dampak bansos PKH yang terintegrasi akan lebih signifikan sebesar -1,9%, dan ketika PKH menjangkau sampai 10 juta KPM, dampak PKH bisa mengurangi kemiskinan sampai -3%.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat memaparkan pada tahun anggaran 2017, tersedia anggaran untuk bansos sebesar 147 Trilyun untuk 7 program prioritas nasional, yaitu PKH, Rastra, BPNT, Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat (PIS), Subsidi Energi (Listrik BBM, LPG). 

"Jika semua bansos dapat terintegrasi penyaluranya, maka setiap KPM akan memperoleh bansos sekitar Rp. 750.000,-/ bulan atau memperoleh tambahan sekitar 40% dari pengeluaran minimal konsumsi per keluarga per bulan (Rp. 1.835.000,-). Dengan angka tersebut, KPM akan semakin cepat keluar dari perangkap kemiskinan," tutupnya. 

Tags
Loading...
Loading...