Kamis, 06 April 2017 09:22 WITA

Arogan! Sopir Taksi Turunkan Paksa Penumpang Grab Car di Makassar

Editor: Andi Chaerul Fadli
ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polemik taksi konvensional versus taksi online di Indonesia seakan tak ada habisnya. Meski peraturan menteri telah disahkan, kisruh antara dua penyedia jasa transportasi itu terus berlanjut.

Baru-baru ini, kejadian kurang mengenakkan dialami Tia, penumpang taksi online Grab Car di Kota Makassar. Rabu (5/4/2017), pukul 21.00 Wita, Tia bergegas memesan taksi online melalui telepon genggamnya.

Tak butuh waktu lama, sopir yang menjemput Tia tiba di lobi Mal Panakkukang. Saat kendaraan baru berjalan kurang dari satu kilometer. Beberapa oknum sopir taksi konvensional mencegat kendaraan yang ditumpangi Tia.

Kemudian, Tia dipaksa turun dari mobil tersebut oleh sopir taksi konvensional yang berjumlah sekira 6 hingga 8 orang itu. Awalnya Tia menolak, namun kondisi semakin memanas. 

Tia akhirnya mengalah dan turun dari taksi online sembari meminta maaf kepada sang sopir.

"Kami ini trauma liat kejadian serupa terjadi di daerah lain. Salahnya taksi online di mana? Mereka memudahkan kami yang membutuhkan jasa transportasi," kata Tia kepada Rakyatku.com melalui sambungan telepon, Kamis (6/4/2017) sesaat lalu.

Tia menambahkan, pemerintah seharusnya lebih tegas dalam mengatur kedua jasa transportasi ini. Jika kejadian serupa terus terulang, kata dia, maka dampaknya akan semakin besar.

"Untung itu sopir Grab Car sabar, tidak mau melawan. Coba kalau melawan masalah akan semakin besar," kata Tia.

loading...

Ia pun menyesalkan aksi sopir taksi konvensional tersebut. Seharusnya, kata Tia, sopir taksi konvensional ikut mengubah sistem yang lebih up-to-date.

"Jangan taksi online yang mau dimatikan, taksi konvensional yang harus berinovasi," jelas Tia.

Sementara itu, Korlap Forkom Driver Grab Car Kota Makassar, Ilyas Nyarrang meminta pemerintah untuk lebih menegakkan aturan yang jelas. 

"Kalau pemerintah atau instansi terkait yang melakukan penertiban kami terima. Tapi ini sopir taksi konvensional, dasar mereka melakukan razia apa?" ujar Ilyas.

Ilyas menambahkan, pasca kejadian tersebut ia bersama rekan-rekannya lebih mempererat tali silaturahmi. Agar jika ada masalah serupa maka sesama driver taksi online bisa saling membantu.

"Teman-teman taksi online juga tidak terima dengan masalah itu. Tapi kami masih berpikir panjang dan tidak mau menyelesaikan masalah dengan masalah baru," jelas dia.

Loading...
Loading...