Kamis, 12 Mei 2016 22:23 WITA

Di Balik Kisah Cinta Indah Putri Indriani-Bang Fauzi (selesai)

Demi Buah Hati dan Pengabdian, Bang Fauzi Terpaksa Tinggalkan Usaha di Jakarta

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Demi Buah Hati dan Pengabdian, Bang Fauzi Terpaksa Tinggalkan Usaha di Jakarta

BUPATI Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani, patut berbangga. Sang suami, Bang Fauzi,--demikian Muhammad Fauzi akrab disapa--rela mengalah. Padahal, pria asal Nanggroe Aceh Darussalam ini, mengaku punya usaha di Jakarta yang berpenghasilan cukup besar.

Baca sebelumnya: Di Balik Kisah Cinta Indah Putri Indriani-Bang Fauzi (1)

Lalu, bagaimana penilaian Bang Fauzi sejak Indah resmi menjabat sebagai Bupati Lutra? Punya istri sebagai orang nomor satu, ternyata punya cerita tersendiri bagi Bang Fauzi. Mantan anggota DPR RI dua periode ini, mengaku harus mafhum. Itu karena 
tugas dan amanah yang telah diemban pendamping hidupnya itu.

Bang Fauzi yang dikenal hoby burung-burung dan ikan ini, mengisahkan pengalamannya setelah sang istri menjadi pejabat publik. "Seperti saya sampaikan, Ibu Indah itu orangnya amanah. Contoh kecil, handphone-nya saja tidak ada yang lama dipakai. Itu karena aktif terus 24 jam. Terkadang tengah malam, ada telepon. Dan Ibu Indah bangun dan mengangkatnya," kata Bang Fauzi berkisah kepada Rakyatku.com, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, Indah dinilai sosok yang tidak ingin melihat orang lain susah. "Selagi Ibu Indah masih bisa membantu, itu akan dimaksimalkan. Dan Ibu Indah akan turun langsung. Mudah-mudahan, amanah itu bisa diembannya dengan baik," kata Bang 
Fauzi, penuh harap.

Sebagai orang yang pernah terjun ke dunia politik, Bang Fauzi juga mengingatkan sang istri dan wakilnya agar mencontohi SYL-Agus Arifin Nu'mang yang tetap menjaga kekompakan. Hal itu, kata dia mengingatkan, demi kepentingan orang banyak. "Itu saja sih menurut saya yang penting mereka perhatikan. Ini amanah, maka harus dilaksanakan sebaik-baiknya," tandas pria asal Aceh yang dikenal religius ini.

Loading...

Lalu, pernahkah Bang Fauzi merasa ada yang "hilang" setelah Indah Putri menjabat sebagai bupati? "Jujur saja, Ibu Indah pasti sibuk. Saya maklumi itu. Anak-anak juga sudah memahami. Hanya, memang, sekarang ini, anak-anak lebih dekat dengan saya 
ketimbang ibunya," akunya, sambil tersenyum.

Kendati demikian, kata dia lagi memberikan catatan, itu semua demi pengabdian. "Saya pikir, itulah konsekuensi dari sebuah amanah. Sebuah jabatan yang diberikan masyarakat Lutra. Jadi, kita harus mendukung dengan semaksimal mungkin," terangnya, tanpa keberatan.

Bang Fauzi juga sempat berkisah soal satu komitmen yang tidak jalan. "Dahulu, kami buat komitmen. Saya dan Ibu Indah. Salah satunya, Ibu Indah tetap fokus menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat dan saya fokus membesarkan usaha di Jakarta. Namun, itu tidak jalan. Satu komitmen ini yang kita langgar," katanya, sedikit serius. 

Koordinator Komisariat HMI Unkris pada 1994-1995 ini menuturkan, saat Ibu Indah menjabat wakil bupati, mereka masing-masing sibuk. Ibu Indah di Lutra dan ia tinggal di Jakarta. "Saat itu, kalau ada waktu, saya yang ke Lutra. Atau sebaliknya, Ibu Indah yang ke Jakarta. Hanya saja, anak-anak yang jarang ketemu dan berkumpul bersama. Setelah menjalani semua itu, saya merasa ada yang hilang saat tidak berkumpul," tuturnya.

Atas dasar sang buah hati, Bang Fauzi terpaksa meninggalkan usahanya di Jakarta. "Terpaksa, (usaha, Red) saya tinggalkan. Padahal, lumayan besar," katanya, tanpa penyesalan. 
 
Disinggung soal tugas keseharian sang istri, Bang Fauzi mengaku sebisa mungkin ia tidak mau terlibat. "Terkadang, saya juga dibilangi sombong. Padahal, saya harus bisa menjaga diri. Kalau Ibu Indah lagi bicara mengenai kerjaan dengan kadis atau staf lain, kan saya tidak perlu ikut. Ya, kadang saya lebih memilih urus burung-burung atau ikan," tutup pria yang dikenal sederhana ini sambil tersenyum. 

Loading...
Loading...