Rabu, 11 Mei 2016 22:05 WITA

Di Balik Kisah Cinta Indah Putri Indriani-Bang Fauzi (1)

Tak Kenal Pacaran, Penuh Perjuangan Saat Mencari Rumah Orangtua Indah

Penulis: Sulaiman Abdul Karim
Editor: Jumardin Akas
Tak Kenal Pacaran, Penuh Perjuangan Saat Mencari Rumah Orangtua Indah

SUKSES Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani, tak lepas dari peran seorang pria tangguh. Dia adalah Muhammad Fauzi, SE. Seperti apa kisah cintanya?

Bang Fauzi,--demikian Muhammad Fauzi--akrab disapa. Pria asal Nanggroe Aceh Darussalam ini, mengenal sang pujaan hati, Indah, kira-kira tahun 2000.

Pertama kenal wanita cantik asal Bonebone, Lutra, Sulsel ini, awalnya semua berjalan biasa-biasa saja. Sekadar salaman dan bertegur sapa. Setelah itu, hubungan mereka terputus.

Namun, pada 2003, keduanya kembali bertemu. Saat itu, Bang Fauzi sudah tercatat sebagai salah satu anggota DPR RI. Sementara Indah tercatat sebagai dosen di universitas ternama; Universitas Indonesia.

Ketika itu, Bang Fauzi lolos ke Senayan dengan kendaraan Partai Bulan Bintang. Sosok sederhana asal Aceh ini, begitu dekat dengan Yusril Izha Mahendra, Ka'ban, dan sejumlah tokoh PBB lainnya.

Dan dari Yusril, Bang Fauzi mendapat inspirasi untuk berani melamar Indah. "Setiap saya ketemu dengan Bang Yusril, dia ledekin saya. Katanya, jodoh saya itu belum lahir. Sehingga, pas ada peluang, harus tunjukkan kelaki-lakian saya," tandasnya kepada Rakyatku.com belum lama ini, sambil tertawa ngakak.

Gayung pun bersambut. Saat bertemu Indah kira-kira pada 2003, Bang Fauzi pun melakukan pendekatan. "Saat itu, PBB mendukung SBY-JK pada Pilpres 2004. Kebetulan, Ibu Indah juga masuk dalam tim sekoci SBY sebagai koordinator di wilayah Irian Jaya," terang Bang Fauzi, mengenang masa-masa kenalan dengan Sang Bupati Lutra ini. 

Intensitas pertemuan mereka yang tinggi, membuat Bang Fauzi jatuh hati. Ia pun memberanikan diri untuk menyampaikan niatnya kepada Indah. "Saat itu, saya sampaikan bahwa saya ingin beristri," katanya.

loading...

Lalu, apa tanggapan Indah? Menurut Bang Fauzi, Indah tidak mengiyakan, pun tidak menolak. Ia hanya meminta, jika serius, sebaiknya Bang Fauzi menemui orangtuanya di Bonebone, Sulsel. 

"Saat Indah ngomong begitu, saya pun mencari referensi. Kebetulan, saya punya teman asal Sulsel. Saya pun bertanya soal karakter orang Bone. Hanya saja, saya pikir, Bonebone itu masuk wilayah Bone. Ternyata, tidak. Bonebone masuk Lutra, ya... cukup jauh juga ternyata. Tidak seperti yang ada dalam bayangan saya sebelumnya," urainya, sambil tertawa.

Tak peduli, Bang Fauzi pantang menyerah. Ia tetap berjuang mendatangi rumah orangtua sang idaman hati, Indah, di Bonebone. Keinginan yang begitu besar plus rasa cintanya membuat tidak peduli apapun. 

Termasuk, harus berjuang untuk mencari rumah Indah yang terletak jauh dari ibu kota Sulsel; Makassar. Terpaksa, Bang Fauzi pun harus bertanya dari rumah ke rumah. Pun kalau kesulitan, ia harus singgah bertanya kepada orang di pinggir jalan. Sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Perjuangan yang tidak mudah itu, akhirnya membuahkan hasil. Bang Fauzi sampai juga di rumah orangtua Indah. "Saat bertemu, orangtua Indah membawa saya ke kebun. Tidak di rumah. Di situ, saya ditanya banyak hal. Termasuk, apakah saya serius? Saya jawab, saya sangat serius. Saya malah jelaskan, sangat serius untuk mencari istri. Dan saya sangat ingin meminang Indah sebagai istri," katanya, menirukan penegasannya kepada ayahanda Indah, saat itu. 

Singkat cerita, pria kelahiran 6 September ini pun berhasil. Ia diterima. Saat itu, Indah sedang naik haji. "Jadi, saat itu, saya langsung melamar. Saya meminta menikah di Jakarta karena ibu saya sudah sakit-sakitan. Dan akhirnya disetujui," tandasnya. 

Bang Fauzi, salah satu owner PT Kokoh Semesta, ini mengungkapkan, dia dan Indah tidak pernah pacaran. "Kami tidak pernah pacaran," kisah Ketua Koordinator Komisariat HMI Unkris 1994-1995 ini.
 
Pria yang pernah tercatat sebagai Humas Majelis Pemuda Pimpinan Pusat Al Irsyad Al-Islamiyah pada 2001-2005 ini, memuji wanita idamannya; Indah. Dikatakan, istrinya adalah sosok yang punya prinsip. "Saya melihat, Ibu Indah berbeda dengan wanita lain. Ibu Indah punya prinsip. Jika ada keinginannya, dia maksimalkan. Pun kalau ada pekerjaan, Ibu Indah sangat amanah," tuturnya memuji pujaan hatinya yang kini sudah memberinya dua putri. 
 
Ketua Pemuda Bulan Bintang pada 2000-2005 ini, bangga bisa mempersunting Indah. "Saya senang karena istri orangnya sangat baik," katanya, penuh syukur. Lalu, bagaimana Bang Fauzi setelah Indah menjabat sebagai Bupati Lutra? (Bersambung)

Loading...
Loading...