Rabu, 15 Maret 2017 12:46 WITA

DPPPA Sulsel Jadi Fasilitator pada Pelatihan di Kabupaten Bone

Penulis: Al Khoriah Etiek Nugraha
Editor: Adil Patawai Anar
DPPPA Sulsel Jadi Fasilitator pada Pelatihan di Kabupaten Bone

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Beberapa pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel, menjadi narasumber dan fasilitator pada Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender bagi seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Bone.

Kepala Dinas PPPA Sulsel, Andi Murlina mengatakan, implementasi pengarusutamaan gender sebagai strategi pembangunan. Tidak hanya berhenti di level pemerintah daerah kabupaten, namun wajib dilaksanakan sampai unit terkecil pemerintahan yakni di desa dan kelurahan. 

"Salah satu prasyarat keberhasilan implementasi PUG adalah, tersedianya sumberdaya manusia yang mampu melakukan analisis gender, dan menyusun perencanaan penganggaran yang respon terhadap kebutuhan, pengalaman, aspirasi, dan permasalahan laki-laki dan perempuan secara komprehensif, adil, dan setara," ujar Murlina, Rabu (15/3/2017).

Hal ini pula yang mendasari Dinas PPPA Kabupaten Bone menggagas pelatihan PPRG (perencanaan penganggaran responsif gender), dengan menyasar aparat desa dan kelurahan se-Kabupaten Bone. Karena menyadari pentingnya sumberdaya manusia yang paham gender tersebut. 

Selain itu, Andi Murlina juga mengapresiasi kegiatan inovatif ini. Serta memfasilitasi menghadirkan narasumber dan fasilitator.

"Inovasi seperti ini baru dilaksanakan di Kabupaten Bone. Dengan jumlah desa dan kelurahannya terbanyak di Sulsel, Bone mampu melakukan kegiatan ini. Saya harap apa yang dilakukan Kabupaten Bone dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain, untuk terpacu melakukan kegiatan serupa dan kegiatan inovatif lainnya," kata Murlina. 

Loading...

Sementara itu Kepala Bidang Data dan Informasi Gender dan Anakn, Suciaty mengatakan, peningkatan kapasitas aparat desa dalam menyusun perencanaan berbasis data gender dan anak ini sangat strategis. Untuk meningkatkan kualitas perencanaan agar lebih efektif dan tepat sasaran. 

"Potensi anggaran desa bisa lebih dimaksimalkan pengalokasiannya untuk kegiatan-kegiatan prioritas, dengan memperhatikan isu strategis dan kebutuhan masyarakat desa dari seluruh kelompok umur, strata sosial, dan topografi permukiman penduduk," kata Suci. 

Adapun Fasilitator yang dihadirkan oleh DPPPA Provinsi Sulsel, diantaranya Kabid Data dan Informasi Gender dan Anak, Suciaty. Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Nuranti. Kasi Ketahanan dan Kualitas Keluarga, Febriani. Pusat Studi Gender UNM, Lu'mu Taris. 

Kegiatan ini berlangsung selama enam hari. Terhitung sejak 13 Maret hingga 18 Maret mendatang.

Loading...
Loading...