14 March 2017 19:34 WITA

Kronologi Penemuan 5 Pendaki Tersesat di Gunung Kahayya

Editor: Mulyadi Abdillah
Kronologi Penemuan 5 Pendaki Tersesat di Gunung Kahayya
Salah satu pendaki saat dirawat di RSUD Bulukumba, Selasa (14/3/2017).

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan lima pendaki yang sempat dilaporkan tersesat di Gunung Kahayya Bulukumba, Selasa (14/3/2017). 

Mereka ditemukan selamat meski dalam kondisi lemas. Yakni Fadil Rasak alias Baphol, Said Warga, Wawan, Iyyang dan Dinar Asparianti. 

Kelimanya kini mendapat perawatan intensif di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba. 

Bagaimana mereka bisa hilang dan akhirnya ditemukan? Begini kronologinya. 

Mereka berkunjung ke Desa Kahayya pada 10 Maret 2017. Sehari setelahnya, mereka menyusuri hutan Sapo Bintoeng sekitar oukul 04.00 WITA, 11 Maret 2017.

Mereka melakukan perjalanan selama 12 jam. Pada tanggal 12 Maret, salah satu dari mereka mengalami kelelahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke puncuk gunung. Kondisi jalan sangat ekstrim.

Mereka menyempatkan diri untuk beristirahat di Pos Lima Gunung Kahayya. Setelah lama berdiskusi, Wawan dan Iyyang tidak melanjutkan perjalanan karena salah satunya tidak memungkinkan mencapai puncak.

Dinar Asparianti, Fadli Rasak dan Zaid melanjutkan perjalanan ke puncak dengan tujuan mengeksplore puncak Sapo Bintoeng. Mereka melakukan pemangkasan rute jalan menuju lokasi puncak.

Sebelum berangkat, Fadli Rasak alias Bapol berpesan kepada Wawan dan Iyyang untuk tidak meninggalkan Pos Lima hingga dia kembali ke lokasi itu.

Fadli dan dua temannya sukses mencapai puncak pada hari itu juga. Tak berselang lama, mereka memutuskan pulang ke lembah dan menemui dua orang rekannya di Pos Lima. 

Namun, kondisi cuaca tidak bersahabat. Kabut mulai menutupi pepohonan dan susah untuk melihat kondisi sekitar. Mereka kesasar di tengah hutan karena lokasi jalan waktu mereka naik tertutup kabut.

"Sebenarnya, saya sudah mau pulang (turun). Tetapi karena Kak Phabol belum juga tiba di posko, makanya saya menahan diri untuk mendapatkan bantuan evakuasi," ungkap Wawan.

Satu-satunya lokasi yang memiliki jangkauan sinyal yaitu di tepi Sungai Balantieng yang pernah terjadi longsor. Di lokasi inilah Fadli alias Rasak mengabari keluarganya melalui telepon genggam untuk meminta bantuan.

Tim SAR Gabungan mulai bergerak cepat pada Senin sore, 13 Maret untuk memulai melakukan pencarian.

Proses pencarian dilakukan hingga menjelang malam. Pada pukul 02.00 WITA, 14 Maret, Tim Gabungan kembali melakukan aktivitas pencarian dengan mengunjungi pos-pos pendakian. 

Mereka menggunakan megaphone agar panggilannya bisa didengar oleh korban hilang ini, di bawah komando Babinsa Desa Kahayya, Pak Gahja.

"Saya mulai pencarian pukul 02.00, terus menyisir dan berteriak menggunakan pengeras suara. Akhirnya saya temukan dua orang ini di Pos 5 setelah mereka menjawab panggilan saya," ungkap Pak Gahja.

Keduanya lalu dievakuasi ke posko utama. Tim lainnya melakukan penyusuran terhadap ke 3 orang lainnya. 

Akhirnya, ketiga pendaki itu  berhasil ditemukan di tengah hutan. Salah satu diantaranya yaitu Zaid mengalami luka di jari-jari tangan kanannya karena sabetan benda saat melakukan pembersihan pada ranting kayu untuk membuka akses.

Mereka selamat dan dievakuasi ke posko utama untuk selanjutnya dilarikan ke rumah sakit setempat.