Jumat, 03 Maret 2017 16:18 WITA

Tanpa Ampun, Puluhan Kios PKL di Maros Diberangus

Penulis: Muh. Basri
Editor: Sulaiman Abdul Karim
Tanpa Ampun, Puluhan Kios PKL di Maros Diberangus
Sebanyak 20-an kios semi permanen ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Maros, Jumat (3/3/2017). Kios ini ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum. (Muh Basri)

RAKYATKU.COM, MAROS - Sebanyak 20-an kios semi permanen ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Maros, Jumat (3/3/2017). Kios ini ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum. Seperti trotoar sehingga mengganggu pengguna jalan dan melanggar perda. 

Kasatpol PP Pemkab Maros, Husair Tompo memimpin langsung penertiban PKL ini. Ia mengatakan, penertiban ini dilakukan setelah pertemuan antara pihak PKL yang difasilitasi oleh Komisi 1 DPRD Maros. 

Penertiban ini dilakukan karena para PKL ini melanggar Perda nomor 6 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketertiban masyarakat. Yakni menggunakan fasilitas umum seperti trotoar untuk berjualan. 

"Di Jalan Mawar, Jalan Bahagia, Jalan Lanto Dg Pasewang dan jalan Poros Maros-Pangkep," jawab Husair kepada Rakyatku.com, saat diminta menyebutkan lokasi penertiban.  

Sedangkan hasil pertemuan dengan komisi 1 DPRD Maros beberapa waktu lalu, kata Husair, pemerintah daerah akan memfasilitasi PKL dengan menyediakan tenda yang bisa dibongkar pasang. 

Loading...

"Nanti PKL yang di Jalan Mawar boleh berjualan dengan mengikuti pasar tumpah di Pasar Sentral Maros. Setelah selesai waktu pasar mereka harus membongkar tenda dan trotoar bersih kembali. Selama ini kan mereka berjualan sepanjang hari. Bahkan kiosnya sudah semi permanen," beber Husair.

Salah satu PKL Abdul Azis yang berjualan di Jalan Lanto Dg Pasewang tepatnya depan Masjid Agung Maros merasa keberatan kiosnya dibongkar. Pasalnya, dalam pertemuan dengan pihak DPRD pihaknya dijanjikan tenda oleh pemerintah daerah. 

"Pol PP tidak usah bantu saya membongkar. Kemarin waktu pertemuan kita setor KTP. Katanya akan diberi tenda. Tapi ini belum diberikan sudah mau dibongkar," ujarnya sambil membongkar sendiri kiosnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Alliritengae, Imam Wahyudi, membantah telah menjanjikan tenda untuk PKL. Pasalnya, saat pertemuan, pihaknya hanya akan memfasilitasi dan mengusahakan ke Dinas Koperindag untuk pengadaan tenda. "Kami sudah ke Koperindag ternyata tenda yang bisa dibongkar pasang sudah habis," ujarnya.

Tags
Loading...
Loading...