Kamis, 02 Maret 2017 21:31 WITA

Ini Persyaratan untuk Taksi Online di Sulsel

Penulis: Azwar Basir
Editor: Andi Chaerul Fadli
Ini Persyaratan untuk Taksi Online di Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan, Ilyas Iskandar mengatakan, ada 11 poin yang mengatur taksi online dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 tahun 2016. 

"Namun dikasih toleransi bagi taksi online hingga April yang sebelumnya hingga Oktober namun diperpanjang," kata Ilyas saat rapat bersama Ditlantas Sulsel dan Organda, Kamis (2/3/2017).

Sebelas persyaratan itu, pertama, terkait jenis angkutan sewa yang diberlakukan kepada seluruh taksi online. 

"Angkutan sewa artinya dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan dengan atau tanpa pengemudi. Namun direvisi menjadi pelayanan angkutan dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan," jelas dia.

Selanjutnya kapasitas mesin kendaraan, katanya, untuk mencakup masalah keselamatan untuk kebutuhan publik. "Ukuran CC di sini sudah turun, awalnya 1.500 CC menjadi 1.000 CC," kata dia.

Kemudian lanjutnya, syarat yang harus dipenuhi yaitu masalah tarif. "Tarif di sini di peruntukan untuk taksi online yang diberlakukan tarif atas dan tarif bawah atau batas atas dan batas bawah. Dan ini diatur oleh Pemda setempat melalui Pergub menyangkut masalah tarif," jelasnya. 

Lalu kemudian kebutuhan kendaraan angkutan sewa, yang akan di atur kuotanya. Katanya, setiap taksi online akan dibatasi kendaraan angkutannya dan akan disesuaikan jumlah yang beroperasi di Makassar. 

loading...

"Untuk yang ini, dalam waktu dekat kami akan mendatangi kantor taksi online untuk kami data jumlah kuota yang dimiliki oleh taksi online tersebut. Supaya ada data yang kami pegang dan akan dikondisikan nantinya," jelas dia.

Kemudian kewajiban STNK berbadan hukum sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009. Artinya taksi online dalam melaksanakan operasi dia harus berbadan hukum. 

Syarat selanjutnya, taksi online harus memiliki pool. "Taksi online juga harus memiliki bengkel, dalam artian taksi online harian bekerja sama dengan bengkel apa saja yang penting bengkel itu resmi untuk diketahui," kata dia.

Paling penting sebuah taksi online harus dikenakan pajak, karena taksi online itu berbadan hukum. Ia melanjutkan, taksi online harus memiliki akses dashboard. 

"Terakhir kita akan menerapkan sanksi. Jadi sanksi yang dimaksud di sini seperti tuntutan daripada teman-teman untuk mengadakan pemblokiran apabila terjadi pelanggaran," tambah dia.

Loading...
Loading...