Rabu, 11 Mei 2016 08:30 WITA

Opini M Radjab

Makin Tua, Makin Sakit

Editor: Mulyadi Abdillah
Makin Tua, Makin Sakit

Oleh: M Radjab
Legislator DPRD Sulsel

HUKUM alamiah memang tidak bisa dihindari. Ia takdir Tuhan yang niscaya akan berjalan dan dilalui cepat atau lambat. Sejak dilahirkan, menjadi bayi, lalu anak-anak, remaja, dewasa, menjadi tua dan mati menjadi deretan perjalanan alamiah makhluk hidup. 

Bahkan sebagian, karena takdirnya, tidak menjalaninya hingga masa tua, lalu menemui ajalnya. Tetapi, secara umum demikian perjalanannya. 

Semenjak bayi hingga tua itu hanya ukuran waktu semata, yang bisa jadi ada ukuran lain dimana orang bisa memperdebatkannya. Kondisi fisik dan psikis saat masih muda juga sangat berbeda dengan ketika masa tua telah menghampiri. 

Saat masih muda, daya tahan tubuh masih sangat kuat, bisa tidak tidur hingga larut malam sampai beberapa malam berturut-turut, perubahan dan pergantian cuaca masih bisa beradaptasi secara baik tanpa ada keluhan. 

Semua itu akan terasa berat, jika fisik ini mulai menua. Kemampuannya tidak sekuat dulu lagi dalam berinteraksi dengan alam. Banyak kekurangan sudah mulai nampak. 

“Saya ini harus rutin minum obat dan berolah raga, karena sudah banyak macam penyakit yang muncul,” seloroh teman yang semenjak lima tahun terakhir menjaga pola hidup yang sehat. 

Dia memang memiliki ukuran badan yang besar dibandingkan dengan yang kebanyakan. Berbagai macam penyakit sudah mulai menjangkitinya, sehingga mengharuskan dia untuk menjaga kesehatan dengan konsumsi obat dan berolah raga yang rutin. 

Saya patut memberi pengakuan atas ikhtiar untuk sehat dan berumur panjang yang dia jalani. Penyakit yang diderita sesungguhnya penyakit umum juga yang diderita oleh orang lain, namun apa yang dialaminya sudah melampaui apa yang diderita lainnya. Mulai dari kolesterol, asam urat, tekanan darah dan asam lambung membuat dia harus berfikir ulang dengan pola hidup baru yang harus dijalaninya untuk bisa bertahan hidup, minimal hidup sehat. 

Bukan hanya dia yang mengalami hal demikian. Hampir semua teman yang berusia di atas empat puluhan tahun, mengalami hal yang sama. 

Menderita penyakit tertentu. Hanya saja, ada yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga bisa mengimbangi pengaruh penyakit, namun yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah akan mudah merasakan dampak penyakit. 

Teman dekat saya yang juga merusia lima puluhan tahun mengalami hal yang sama. Menderita berbagai macam penyakit yang seringkali membuatnya harus absen dari momen penting tertentu jika sakitnya mulai kambuh. Bahkan dia harus berurusan dengan dokter sekali dalam sebulan untuk mengendalikan penyakit yang dideritanya. 

Pernah suatu ketika dia bercerita dari apa yang dialaminya. “Saya tidak merasakan apa-apa lagi, dan tidak tahu saya sedang dimana dan dalam keadaan seperti apa,” katanya bercerita padaku. 

Karena sakit yang dideritanya itu, dia hampir mengalami maut. Komplikasi penyakit yang dideritanya, membuat fisiknya semakin rentan menghadapi maut. Bahkan dia berkata: saat itu orang-orang mengira saya telah meninggalkan dunia ini. 

Mengapa kita mengalami hal demikian? 

Sederhananya, karena raga ini memiliki keterbatasan kemampuan dalam mengikuti proses dan seleksi alamiah. Sampai pada usia tertentu, raga ini tidak lagi bertumbuh dan berkembang, melainkan telah mencapai titik kulminasi dan perlahan kemampuannya akan berkurang secara perlahan. 

Selain itu, pola fikir dan pola konsumsi mempengaruhi perkembangan raga manusia. Orang mengatakan, kamu adalah apa yang kamu fikirkan. Atau yang lain mengatakan, kamu adalah apa yang kamu konsumsi. 

Yang kamu fikirkan, itulah yang akan membawa kamu pada suasana kebatinan. Fikiran itu juga berkaitan dengan pandangan dunia kita. Pola fikir adalah cara kita dalam merespon masalah dari luar yang menghampiri. 

Jika selalu berfikir negatif, maka hasilnya dalam alam fikiran juga akan negatif. Dan jika berfikir positif, maka akan melahirkan ketenangan jiwa. Demikian sederhanya.

Begitupun juga, soal apa yang dikonsumsi. Tentu sangat berbeda, jika mengkonsumsi makanan sehat yang halal, dengan makanan yang tidak terjamin standar kesehatannya. Semakin tua, memang akan semakin rentan terjangkiti penyakit raga ini. (*)

Tags