Minggu, 26 Februari 2017 15:15 WITA

Modal Nekad, Jamaluddin Sukses Jadi Bos Taksi

Penulis: Syukur
Editor: Almaliki
Modal Nekad, Jamaluddin Sukses Jadi Bos Taksi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bermodal pengalaman menjadi sopir taksi selama puluhan tahun, Jamaluddin nekad untuk membuat usaha angkutan umum. Pria kelahiran 1 Januari 1959 tersebut saat ini tinggal di Jalan Poros Makassar-Maros.

Ia pernah menjadi sopir taksi Kopsudara Bandara lama pada tahun 1975 hingga tahun 1999. Berhenti di Taksi Kopsudara, ia pindah menjadi salah satu sopir taksi L300 yang beroperasi di Makassar-Sinjai.

Tak hanya itu, pada tahun 2001, Jamaluddin kembali pindah ke Taksi Buaka dengan operasi Maros, Gowa dan Makassar. Selanjutnya pindah kerja ke Putra Taksi selama tiga tahun, dan bergeser ke Metro Taksi selama setahun.

Pada akhirnya, suami dari Jamia tersebut terakhir bekerja sebagai sopir taxi di Bintang Taksi pada 2012.

Dengan modal nyali yang tinggi, Jamalauddin berhenti sebagai sopir dan mencoba membuka usaha taksi sendiri dengan modal awal Rp35 juta. "Modal awal saya pada saat itu hanya 35 juta. Memang pada saat itu, saya modal nekad. Dan tentunya dengan niat yang baik, hanya satu mobil pertamanya," ungkap Jamaluddin.

Modal Nekad, Jamaluddin Sukses Jadi Bos Taksi

Jamaluddin menyebut setelah menjadi sopir taksi selama puluhan tahun dengan usianya yang makin tua menjadi modalnya untuk berbisnis jasa antar atau jemput ini.

"Usia juga semakin tua, tidak mungkin akan jadi sopir terus. Lagi pula selama ini hanya sebagai sopir taksi, tidak tahu mau kerja apa kalau bukan taksi."

loading...

Kini, taksi Jamaluddin mulai meningkat. Sudah ada 13 taksi dengan 28 orang sopir yang dipekerjakannya. Satu mobil dikemudikan oleh dua orang secara bergantian.

Sementara hasil dari usaha taksi yang dijalankan sendiri, Jamaluddin mendapat setoran dari setiap sopir Rp250 ribu per hari. Mobil yang kini berjumlah 13 tersebut, dibeli satu per satu jika penghasilan sudah mencukupi. 

"Persoalan gaji sopir tidak ada patokan, yang jelas mereka setor Rp250 ribu hari dan mobil diisi bahan bakar, selebihnya untuk mereka. Dari hasil ini juga yang dikumpul-kumpul, kalau sudah cukup ambil lagi mobil satu," ungkapnya.

Modal Nekad, Jamaluddin Sukses Jadi Bos Taksi

Puluhan tahun jadi sopir bukan berarti Jamaluddin tak pernah mendapat masalah. Ia mengaku beberapa kali menyerempet kendaraan lain, bahkan diomeli oleh pengguna jalan lain. Namun, ia bersyukur selam menjadi sopir taksi tidak terjadi kecelakaan fatal.

"Jika ada masalah seperti itu, saya tidak pernah lari ataupun pergi, saya pasti tinggal sampai permasalahan selesai, karena saya berpikir bagaimana kalau saya disambar lalu ditinggalkan," ungkapnya.

Selain jago nyetir, Jamaluddin ternyata jago dalam hal mesin. Ia belajar secara otodidak memperbaiki mesin mobil sejak ia menjadi sopir taksi. "Saya tidak pernah kursus ataupun sekolah mesin, hanya belajar sedikit-sedikit selama menjadi sopir," tukasnya.

Loading...
Loading...